Friday, January 12, 2018

[Review] Satu Ruang


Judul : Satu Ruang

Penulis : Aqessa Aninda

Penerbit : Elex Media Komputindo

Tebal : 442 Halaman

"It's okay to be selfish, Sat. Asal lo tahu bahwa itu sesuatu yang benar-benar lo cari, benar-benar bikin lo bahagia. Bukan cuma sekadar memenuhi kepuasan semu."


BLURB

Kinan mungkin sedikit berbeda dengan tipe perempuan kesukaan Satrya. Gadis itu terlalu lembut, terlihat rapuh, dan sedikit tertutup. Mata kenarinya yang senantiasa menghipnotis sering kali dirundung awan kelabu.

Sementara Sabrina, mengingatkan Satrya pada sebuah sosok dari masa lalu. Gadis itu penuh semangat, humoris, dan baik hati. Matanya begitu hidup setiap kali ia menceritakan hal yang ia sukai.

Dengan Kinan, Satrya seperti bercermin. Dengan Sabrina, rasanya hari-harinya menjadi lebih cerah.

Ini adalah bagian pertama dari kisah klasik di antara 4 orang yang saling mencari, ada 3 pintu yang terketuk, ada 2 orang yang kehilangan dan terjebak dengan bayangan masa lalu, serta 1 pertanyaan tentang berbagi ruang.

"Kalau memang benar perasaan ini namanya sayang, kenapa menyayangimu rasanya begitu menyesakkan?"

- - - - - - -
Novel kedua kak Aqessa. Setelah sukses sama Secangkir Kopi dan Pencakar Langit, alias SKdPL, kali ini novel keduanya muncul. Kalau di SKdPL menceritakan Satrya yang gagal mendapatkan Athaya, kali ini Satrya diceritakan sedang galau karena dua cewek. Iya dua cewek! Bahagia nggak tuh, ada dua cewek yang ngedeketin.

Kinan, cewek yang disebut-sebut Satrya sebagai Princess Disney, karena entahlah, waktu ketemu Kinan pertama kali di Hong Kong, yang kepikir sama Satrya waktu itu. Karena bagi Satrya saat itu, ya hanya sekadar pertemuannya dengan orang asing yang kebetulan sama-sama dari Indonesia. Jadi mereka bisa deket gitu. Dan siapa sangka, pas Satrya nemenin Kak Uti, kakaknya, ke kondangan, malah jadi pertemuannya yang kedua sama Kinan.

Nggak ada yang tau, kalo Kinan itu punya masa lalu yang hampir sama sama Satrya, yaitu ditinggalin sama orang yang disayang, sebelum sempet ngasih tau perasaaannya. Hal inilah yang jadi kebimbangannya Satrya. Belum lagi sikap Kinan yang nggak jelas. Kadang ngebuka hatinya, kadang malah jaga jarak.

Selain Kinan, ada juga Sabrina. Cewek ini awalnya bisa kenalan sama Satrya, karena ada project fotografi. Yah, secara nggak langsung, kenalannya lewat Lasha, salah satu temennya Satrya. Bagi Satrya, Sabrina ini cewek yang bisa bangkitin hidup Satrya. Apalagi passion Satrya sama dunia fotografi. Meskipun hal itu ngingetin Satrya sama masa lalunya, tapi tetep aja, Sabrinanya sendiri bikin dunia Satrya jadi cerah.

Tapi, di sisi lain Sabrina, ada Abi, kakaknya Lasha yang juga kakak kelasnya Sabrina dulu. Faktanya, sejak dulu Sabrina emang suka sama Abi, tapi Abi responnya nggak jelas. Hubungan mereka kayak ngambang gitu. Dibilang pacaran nggak, tapi kalo cuma temen, ya lebih. Makanya kan jadi makin rumit.

Jadi, siapa yang bakalan Satrya pilih? Sabrina yang bisa bikin harinya cerah, atau Kinan, yang sama-sama punya masa lalu kayak dia? Dan bahkan masih belum move on?

Novel ini, bikin baper! Asli. Tapi aku suka. Diambil dari sudut pandang ketiga, yang alurnya maju, tapi kadang mundur. Apalagi untuk nyeritain masa lalu Kinan, meskipun nggak banyak. Cerita ini, sebelumnya pernah terbit di aplikasi Wattpad. Nah, di situ aku juga sempet baca. Dan tetep. Bikin bete sama kelakuan Kinan yang bimbang abis jadi cewek. Menurutku, dia nggak mau nglepas masa lalunya. Dia beranggapan bahwa nglepas masa lalu artinya juga ngelupain dia. Padahal kan nggak begitu juga.

Sedangkan dari sisi Satrya, dia sendiri juga masih bimbang, kadang dia ngeliat sosok masa lalunya di diri orang lain. Kalo begitu kan susah juga. Nah, bedanya, Satrya mau berusaha untuk ngelupain masa lalu. Sedangkan Kinan nggak.

Selain bikin baper, novel ini juga seru abis. Ada geng Fogging dong ya! Kelakuan Radhi alias Mamat dengan gombalannya sama kelakuannya yang bikin ngakak terus. Dan nggak lama lagi, buku keduanya bakalan muncul loh! Hihihi.. Jadi makin penasaran. Overall, buku ini wajib banget dibaca dan dimiliki.

Quotable :
"Seganteng apa pun Satrya, dia seorang laki-laki yang masih punya gengsi serta menjaga image-nya untuk melancarkan serangan." - P. 49 to 50

"Ia ingin merasakan lagi rasanya dicintai, bukan hanya dimiliki." - P. 51

"Nangisnya kan bukan karena sedih, tapi karena terharu. Nggak tahu, suka aja lihat orang yang ekspresif terhadap hal yang dia suka. Kayaknya kelihatan jujur dan 'hidup' gitu." - P. 75

"Cara terburuk kehilangan seseorang adalah ketika mereka pergi secara mendadak. Mereka tidak sempat mengucap selamat tinggal dan kita tahu ucapan selamat tinggal itu tidak diakhiri dengan kata-kata 'sampai jumpa lagi'." - P. 87

".. Jahat nggak sih kalo gue mikir, he's broken, you're broken. Kenapa kalian gak saling mengobati aja?" - P. 113

".. That's just the point of travelling, kan? Bukan seberapa jauhnya pergi, tapi seberapa banyak nemuin hal yang baru." - P. 191

"Lucu ya, kadang orang punya tujuan hidup ke mana tapi nggak tahu apa yang sebenarnya dicari." - P. 239

"Hargai orang yang memberikan hatinya untukmu dengan tulus meski hanya separuh. Karena tidak setiap hari kamu mendapatkannya." - P. 313
"Tidak ada yang mengerti. Kadang cinta tidak berwujud ciuman atau pelukan. Kadang cinta hanya berwujud dalam sebuah doa. Dan tak banyak yang menyadarinya." - P. 314 
"Jangan paksakan sesuatu yang nggak bisa kamu sanggupi" - P. 395
"Jadi gue ini brengsek dengan meminta orang lain memberikan hatinya sepenuhnya ketika gue nggak bisa memberikan itu untuk dia." - P. 402
 "Kinan ingat kisah Beuaty and The Beaset. Bukan, bukan tentang kecantikan Belle dan wajah buruk The Beast. Tapi tentang cinta yang datang karena terbiasa dan rasa nyaman sehingga tak memandang fisik lagi. Seperti perasaannya pada Prana, pada Satrya. Mereka sama-sama memberi Kinan kenyamanan." - P. 412

No comments:

Post a Comment