Cinta yang Tak Bisa DipercayaDadan ErlanggaGramedia Pustaka Utama264 Halaman
"Setiap orang pernah berbuat salah terhadap orang lain. Sebagian dari mereka merasa bersalah dan menyesalinya, sisanya mungkin belum, atau nggak sama sekali.”
B L U R B
Sejak MOS, Taya udah naksir Tezar, salah satu cowok terganteng di SMA-nya. Jadi waktu Tezar tiba-tiba nembak, Taya seneng banget!
Sayangnya cowok itu masih terlalu jauh untuk ia gapai, karena setelah mereka jadian pun, Tezar nggak mau bersentuhan dengannya. Taya jadi curiga, jangan-jangan Tezar nggak beneran suka sama dia!
Hingga pada kencan pertama, sebuah tragedi menimpa mereka dan menyuburkan kecurigaan dalam hati Taya. Perlahan semua tabir masa lalu tersingkap. Apa yang sebenarnya Tezar sembunyikan? Mungkinkah mereka menjalani cinta meski hati terus dihinggapi tanya?
- - - - - - - - - -
Cewek-cewek di SMA Cakrawala pasti setuju kalo Tezar dinominasikan sebagai cowok yang terganteng dan tidak aneh-aneh. Selama ini, dia hanya terlihat bersama kedua sahabatnya aja–Nando dan Haikal. Meskpun sering dikejar banyak cewek, hal itu nggak membuat Tezar jadi cowok yang misterius. Dia tetap menjadi cowok yang biasa aja, nggak sok cool juga.
“Realistis aja, Zar. Kamu tuh ganteng, keren, populer. Sedangkan aku...? Biasa aja, biasa banget, bahkan pasti ada yang menganggapku jelek. Kamu bisa pacaran sama cewek yang selevel sama kamu; yang cantik, keren, dan populer. Kamu nggak perlu repot-repot nyatain perasaan dan ngajakin cewek kayak aku pacaran sama kamu." — P. 26
Taya termasuk salah satu cewek yang menyukai Tezar, tapi Taya nggak pernah seekspresif cewek-cewek lain. Bahkan dia terkenal dengan sebutan pokerface. Sedatar itu. Keanehan lainnya, Tezar mendekati Taya dan mengajak dia berkencan! Kemajuan banget dong? Apalagi Taya juga nggak effort, ini namanya durian runtuh. Kencan pertama mereka nggak begitu terkesan, tapi ada kejadian aneh yang bikin Taya mikir keras, apa kejadian itu beneran apa enggak?
Kembali membaca karya kak Dadan! Jujur aku penasaran banget sama karyanya kak Dadan yang kali ini. Selain dari judulnya yang lumayan panjang, katanya ini mengangkat isu mental health, tapi pas baca awal-awal, bingung di mana mental healthnya.
Taya dan Tezar ini mengingatkanku di masa-masa sekolah. Masa seneng-senengnya ngejar cowok yang kita suka, kadang diem-diem ngasih makanan ringan gitu, kencan ke mall, nonton bioskop. Duh gemes bangettt. Awalnya aku malah mengira ini tuh cerita thriller ya. Soalnya Tezar kadang agak menyeramkan gitu. Kadang juga kukira dia ini bipolar, saking aneh dan cepet banget perubahannya.
Novel ini diambil dari dua sudut pandang, Taya dan Tezar, jadi ada beberapa kali pengulangan kejadian, dan menurutku ini sedikit mengganggu. Meskipun bisa menjelaskan posisi salah satunya, tapi mengulang-ngulang aja gitu. Alur yang dipakai di sini cukup cepat, perpindahannya cepet banget. Aku berasa kayak diajak lari sama Taya-Tezar.
Mengangat tentang isu kesehatan mental yang mungkin buat sebagian orang tuh remeh banget. Dipegang dan dicubit, pasti beberapa orang langsung mengira, ah itu mah biasa aja, cuma dicubit. Tapi sesuatu hal yang dilakukan tanpa persetujuan kedua belah pihak, itu termasuk pelecehan. Ini yang orang kurang paham.
Penyelesaian novel ini cukup bikin heartwarming. Dari Cinta yang Tak Bisa Dipercaya ini kita diperjelas lagi, bahwa setiap kesalahan yag kita lakukan, nggak semuanya bisa dengan mudah dapat permintaan maaf dan dilupakan gitu aja. Sekali lagi, pelecehan seksual bisa terjadi pada siapa aja, nggak terbatas perempuan dan remaja, bisa juga laki-laki dan anak kecil.
From the book...
"Realistis aja, Zar. Kamu tuh ganteng, keren, populer. Sedangkan aku...? Biasa aja, biasa banget, bahkan pasti ada yang menganggapku jelek. Kamu bisa pacaran sama cewek yang selevel sama kamu; yang cantik, keren, dan populer. Kamu nggak perlu repot-repot nyatain perasaan dan ngajakin cewek kayak aku pacaran sama kamu." — P. 26"Jatuh cinta memang tanpa logika, tetapi bersikap realistis adalah pilihan yang bijaksana." — P. 26 to 27"Dalam hidup, kita akan bertemu dengan orang-orang yang membuat kita nyaman dan orang-orang yang membuat kita nggak nyaman. Terkadang kita bisa memilih, tetapi ada kalanya kita nggak bisa memilih. Maka, yang harus kita lakukan adalah fokus pada hal-hal yang membuat kita senang dan nyaman." — P. 45"Ada yang nggak beres dengan cara kerja dunia ini. Mungkin memang cewek yang lebih sering dirugikan. Tapi bukan berarti cowok bisa selalu aman dan diuntungkan.Nggak! Cowok juga ada peluang dilecehkan. Dan mirisnya, ketika cowok menjadi korban pelecehan, dunia seolah-olah menutup mata." — P. 60"Kamu boleh peduli sama temen, sama siapa pun yang menurut kamu layak dipeduliin. Tapi, jangan sampai kepedulian itu jadi nyusahin diri sendiri dan malah melibatkan kamu dalam masalah baru. Sebaiknya kepedulianmu itu dilakukan dengan cara-cara yang lebih tenang, nggak emosional kayak tadi. Oke?" — P. 85"Kalau soal ngelindungin seseorang dari tindak kekerasan itu nggak ada hubungannya sama gender. Cewek ataupun cowok sama-sama bisa kena kekerasan dalam bentu apa pun, dan dua-duanya punya hak untuk mendapatkan perlindungan. Jadi, ya kita harus sama-sama saling melindungi." — P. 141"Kamu tahu? Terkadang, orang itu nggak selalu seperti yang kita pikirkan. Setiap orang punya topeng masing-masing, punya selubung sendiri-sendiri. Yang kita anggap jahat, bisa aja baik. Dan yang kita anggap baik... bisa jadi malah sebaliknya." — P. 142"Gue percaya, di dunia ini nggak ada seorang pun yang ingin balas dendam terhadap orang-orang yang pernah menyakiti mereka. Yang mereka inginkan adalah ketenangan dan kedamaian. mereka hanya nggak tahu cara mendapakannya selain dengan membalas dendam." — P. 208"Setiap orang pernah berbuat salah terhadap orang lain. Sebagian dari mereka merasa bersalah dan menyesalinya, sisanya mungkin belum, atau nggak sama sekali.” — P. 209“Waktu anak lo tumbuh gede, tolong kasih tahu mereka untuk bersikap baik sama orang lain. Kasih tau mereka kalau mereka nggak berhak memperlakukan orang lain dengan kasar, semen-mena, atau melecehkan orang lain dengan alasan apa pun. Kalau mau bercanda, ada banyak cara bercanda yang memang lucu dan menyenangkan buat kedua belah pihak.” — P. 210“Rasa takut membuat kita lebih waspada, hati-hati, dan curiga, memunculkan insecurity dan trust issue. Bisa jadi, setelah mengetahui kebenaran tentang kejadian malam itu,Taya juga mulai ngerasa nggak aman, nggak nyaman, dan nggak percaya lagi sama kamu.” — P. 213“Harapan memang selalu ada, tapi hidup terkadang mempermainkan kita. Saya ingin kamu mempersiapkan diri menghadapi semua kemungkinan.” — P. 215