Friday, December 22, 2017

[Review] 37


Judul : 37

Penulis : Eva Kurniasari

Penerbit : Grass Media

Tebal : 244 Halaman

 

 "Dia selalu bisa menghidupkan suasana hatiku menjadi lebih baik, membuat aku menganggapnya sebagai satu-satunya orang yang kuharapkan bisa menemaniku sepanjang usiaku." 



BLURB

"Di saat anak-anak kami baru masuk sekolah, dia sudah menjadi kakek-kakek. Ya ampuun!"

Sudah lama May tahu ada yang berbeda dengan perlakuan Graha padanya. May hanya diam dan pura-pura tidak tahu. Sampai suatu saat, Dion, kekasih May mengkhianatinya dengan sebuah perselingkuhan.

Meski masih ragu untuk membina sebuah hubungan. Namun May perlahan mencoba membuka hatinya untuk Graha. Walaupun ada kala hatinya menentang menerima seorang lelaki yang berusia duabelas tahun di atasnya.

Ketika hati telah berlabuh, sebuah kenyataan pahit harus diterima May karena memilih Graha. Sebuah pengkhianatan kembali menghantuinya.

Apa yang akan terjadi ketika hati mengkhianati logika?

- - - - - - - -
May, seorang cewek yang bisa dibilang sudah cukup matang untuk sebuah pernikahan. Dia sendiri pun sudah memiliki pacar, yang tak lain adalah Dion. Tapi akhir-akhir ini, sejak May menginginkan sebuah  hubungan lebih lanjut, Dion malah susah untuk ditemui. Bahkan sering terima kerjaan buat keluar kota. Anehnya, May juga santai-santai aja, paling cuma kesel doang, dan nggak bisa berbuat apa-apa. Tapi, kali ini, Dion kepergok! Iya, kepergok sama May sendiri, lagi mesra-mesraan sama cewek lain.

Hal inilah yang kemudian dimanfaatkan sama Graha, sahabat Beri, kakak iparnya. Hal yang selama ini selalu ditolak dan ditepis sama May. May selalu bilang, bahwa dia sama Graha nggak ada apa-apa. Kenyataannya emang iya, tapi dari sisi Graha? May sendiri, secara nggak langsung, mulai bergantung sama Graha, mulai dari setiap jalan kadang minta dianterin Graha, minta ini itu sama Graha. Tapi May nggak menyadari itu.

Novel ini menceritakan, gimana seorang May, yang masih labil dan sedikit kekanakkan dicintai oleh Graha, cowok yang lebih tua. Gimana May akhirnya ngbuka hatinya buat Graha. Aku suka, meskipun novel ini kadang ngeselin. Karena kelakuan May yang bener-bener kayak anak kecil. May yang suka kabur-kaburan dan menyimpulkan semuanya sendiri. Nggak mau nanya. Belum lagi kelakuan Graha yang maju terus pantang mundur. 

Mungkin novel ini cocok buat para cowok kali ya.. Hahaha.. Habis Graha itu pantang menyerah banget loh. Apalagi pas May lagi ngambek. Ya ampun, nggak tau lagi deh, harus ngomong apaan sama Graha! Hihihi.. Sejujurnya, kayak kaget aja gitu, balik-balik halaman, sampe nggak kerasa udah tipis aja, udah mau end aja. Seru soalnya.

Quotable :
"Siapa sangka orang yang dulu terus menerus aku tolak sekarang bahkan telah diam-diam mencuri hatiku tanpa bisa kuhindari. Mambayangkan wajahnya saja sudah membuat aku salah tingkah." - P. 57

"Mbak bukan nggak setuju, tapi bukan artinya Mbak merestui juga ya kamu dengan Mas Graha. Tapi lebih baik, jangan deh. Umur kalian terlalu jauh." - P. 66

"Jika suatu hari nanti ada satu rasa asing yang datang, apa aku berani untuk memastikan bahwa aku tidak akan terpengaruh? Jika rasa asing itu malah mengalahkan rasa yang seharusnya sudah menetap di hatiku, apa aku bisa melawannya?" - P. 89

"Aku selalu menangis ketika kesal, aku juga menangis ketika cemburu." - P. 105

"Mungkin aku hanya terobsesi dengannya, bukan perasaan cinta seperti yang sudah dari awal kutanamkan." - P. 113

"Apa seperti ini seharusnya cinta? Tetap menerima walaupun tidak bisa memiliki? Tetap memikirkan walaupun telah disakiti?" - P. 122

No comments:

Post a Comment