Thursday, October 22, 2026

[REVIEW] Cover Girl on My Court



Cover Girl on My Court
Della Lesmana
Black Swan Books
202 Halaman

“Iris mencintai dirinya bukan dengan cara yang berlebihan, tetapi cukup dengan berdamai dengan dirinya sendiri. Ia jarang merasa insecure. Bukan karena tak pernah ragu, melainkan karena ia tahu sejauh apa ia telah berjuang.”


B L U R B

Jatuh cinta pada pandangan pertama bukan cuma mitos—setidaknya buat Kael Sebastian. Iris Amara Putri, gadis sampul yang selalu menjadi pusat perhatian, berhasil mencuri hatinya sejak pertemuan pertama. Demi mendapatkan Iris, Kael rela melakukan apa pun, bahkan memanfaatkan posisinya sebagai ketua basket.

Namun, urusan perasaan tidak pernah sesederhana itu. Mampukah usaha Kael membuat Iris membalas perasaannya?

- - - - - - - - -

Kael Sebastian, ketua basket SMA Arunika dengan tingkat kepedean di atas awan, tiba-tiba menemukan Iris setelah upacara. Tidak perlu menunggu lama, Kael segera meminta bantuan Saka—salah satu sahabatnya sejak SMP—untuk mendapatkan kontak Iris, yang ternyata si Gadis Sampul SMA Arunika.
“Kamu itu pantas. Pantas buat dipilih. Pantas buat disayang. Bukan cuma sama satu orang—tapi sama siapa pun yang bener-bener tahu nilai kamu.” — P. 157
Iris Amara Putri, gadis sampul SMA Arunika yang cukup terkenal, meskipun begitu, dia tetap rendah hati dan tidak sombong. Ketika mendapatkan pesan dari Kael, yang ada dipikirannya dia hanyalah anak basket di sekolahnya.

Kisah Kael-Iris ini beneran gemes banget ya! Aku beneran kayak balik ke jaman sekolahku, dimana anak basket tuh auranya mantep banget. Kalo bisa pacaran sama anak basket tuh bakalan terkenal satu sekolah. 

Di awal baca kita tuh langsung diajak kenalan sama Kael, dan aku setuju sama Saka! Hehe… soalnya Kael kadang ngeselin pas lagi overpede. Setiap memperkenalkan diri, nggak cuma bilang dia ketua basket, tapi juga pamerin kalo dia cowok ganteng. 

Sementara Iris tuh vibesnya bener-bener nyenengin banget. Definisi beauty, brain, behavior tuh ada di Iris! Dia juga bela-belain belajar di malam hari, bahkan sampe drop demi ngejar ketinggalan. Agak jarang ditemukan kan?ggalan pelajaran. Iris juga tenang banget ngehadepin Kael yang kadang bikin malu.

Selain konflik kecil-kecilan antara Kael-Saka, ada konflik kejutan di akhir yang cukup bikin bengong. Mungkin karena terbiasa dengan Kael-Iris yang positif vibes, kena konflik ini jadi agak gemes. Rasanya pengen narik mereka berdua sambil bilang, “Komunikasi ya adik-adik.”



From the book…
“Iris mencintai dirinya bukan dengan cara yang berlebihan, tetapi cukup dengan berdamai dengan dirinya sendiri. Ia jarang merasa insecure. Bukan karena tak pernah ragu, melainkan karena ia tahu sejauh apa ia telah berjuang.”— P. 82

“Kamu itu pantas. Pantas buat dipilih. Pantas buat disayang. Bukan cuma sama satu orang—tapi sama siapa pun yang bener-bener tahu nilai kamu.” — P. 157

“Jangan pernah ngerasa kalah cuma karena omongan orang lain. Apa yang kamu punya itu enggak bisa diremehin. Dan kamu enggak perlu berubah jadi siapa pun buat jadi cukup.” — P. 157

No comments:

Post a Comment