Kedai Kopi & RahasiaAyu Rianna, Aghnia Sofyan, Altami N D, Ayu Welirang, Flara Deviana, Hening Swastika, Lia Nurida, Sasa Ahadiah Diandra 390 Halaman
“Karena setiap manusia pasti punya rahasia. Bedanya ada yang bisa dibagi ke manusia lain, ada yang sulit diungkap sampai berubah menjadi beban. Walau aku nggak mendengar rahasia mereka, seenggaknya… Kotak Rahasia yang kamu buat bisa mengurangi beban mereka.”
B L U R B
Abinawa, yang lebih akrab disapa Abi, mendirikan kedai kopi sebagai pelarian dari duka yang menyelimutinya sejak kematian istri tercinta. Di kedai itu, Abi berusaha melupakan kesedihannya dengan menjadi pendengar setia bagi setiap pengunjung yang datang, siap menyambut cerita atau kenangan tersembunyi mereka. Bagi mereka yang kesulitan mengungkapkan kisahnya, Abi menyediakan sebuah kotak rahasia-tempat di mana pengunjung dapat menuliskan beban batin mereka yang ia jamin kerahasiaannya.
Misi Abi sederhana: setiap orang punya kesempatan melepaskan apa yang telah lama dipendam dalam diam. Kedainya lebih dari sekadar tempat untuk menikmati secangkir kopi, tetapi juga ruang penyembuhan bagi jiwa-jiwa yang datang mencari kedamaian. Delapan kisah, delapan rahasia, telah tumpah di kedai ini.
- - - - - - - - -
Berawal dari Kedai Kopi Nala, sebuah kedai kopi dengan suasana homey, dengan Om Abi, sebagai pemilik. Tujuannya membangun kedai, bukan hanya untuk menyajikan kopi, tapi juga menjadi tempat setiap pelanggannya berbagi cerita dan rahasia. Ada delapan cerita pendek dengan masalah tiap masing-masing pelanggannya.
Dibuka dengan Samsara Cinta, cerita dari Surya Daluh, yang ternyata pernah hidup di ratusan tahun lalu, dan masih menemukan seseorang yang ternyata dulu mengisi hatinya. Sampai saat ini, dia masih mengingat pemilik hati sekaligus rasanya pada saat itu.
Dilanjutkan tentang cerita Secangkir Rasa, tentang Damar yang sampai saat ini masih meragu. Mungkin karena terlalu banyak memendam dan berpikir, Damar tumbuh menjadi anak yang kurang cepat mengambil keputusan.
Cerita Mantra Rahasia, mengajak kita menyelami perasaan Nares yang mengalami cinta segitiga, tentang kehidupan pertemanannya yang menurutku sahabatnya ini sangat baik sekali.
Cerita Dejavu di Kuncup Lidahku, tentang Tika yang berusaha untuk terus memberikan memori terhadap orang tua yang disayanginya. Tentang merawat memori yang ternyata tak semudah yang dibilang orang-orang, menyimpan foto? Tika lebih memilih untuk membangkitkan memori melalui makanan.
Cerita Kulacino Memori, tentang Katarina dan sejumlah penyesalan di masa lalunya, tentang semua hal yang seharusnya bisa dicegah. Bagaimana dia berusaha untuk menebus penyesalan, yang sampai akhir masih terus menghantuinya.
Cerita Harap Senyap, tentang Andar yang memiliki kesempatan kedua walaupun pernah menjalani kehidupan terkelamnya. Tentang harapan yang masih ada, walau hanya secuil atau bahkan hampir tidak terlihat.
Cerita Pada Sudut Waktu yang Menunggu, tentang Dallas yang sedang memperjuangkan perasaannya, setelah gagal yang pertama, akankah yang kedua juga bernasib sama? Haruskah dia sedikit memaksa untuk memberikan penjelasan pada orangtuanya agar memberikan restu?
Ditutup dengan Gema dalam Sunyi, kali ini tentang Om Abi sendiri. Tentang kehidupannya, masa lalu Kedai Kopi Nala, dan berbagai kesulitan dan kurangnya komunikasinya dengan Nala, almarhumah istrinya.
Kedelapan cerita yang memiliki khas tulisan masing-masing, lengkap dengan berbagai permasalahan yang cukup mendalam. Buatku, Kulacino Memori dan Gema dalam Sunyi cukup membekas. Membahas tentang kehilangan dan penyesalan, akan selalu terjadi dalam setiap pemilihan hidup kita. Akan ada masanya kita merasa salah pilih, lalu mendapat kesempatan untuk memperbaikinya. Sayangnya, Katarina dan Om Abi udah nggak punya kesempatan untuk memperbaikinya lagi.
Kedai Kopi dan Rahasia ini menurutku harusnya ada di dunia nyata. Menjadi tempat buat orang-orang untuk berbagi cerita yang menurut mereka berat. Karena nggak setiap orang bisa bebas bercerita dengan mudah. Mungkin dengan menulis di kotak rahasia, mereka pada akhirnya bisa menuliskan kegelisahan dan permasalahan mereka.
From the book…
“Kadang, saya juga berharap reinkarnasi itu benar adanya, supaya orang-orang yang saya sayang, yang sudah meninggal, bisa lahir kembali dan punya kehidupan yang lebih bahagia. Tapi… nggak tahu juga. Saya belum pernah ngalamin sendiri.” — P. 11“Bagi Damar, kopi lebih dari sekadar identitas. Kopi adalah caranya mengekspresikan diri sebagaimana orang lain bermusik, memasak, atau melukis. Ia tak ingin sekadar menciptakan rasa. Ia ingin menghadirkan kesan. Ia ingin kopinya berbicara tentang sesuatu yang pelik untuk disampaikan.” — P. 60“Orang tua itu cuma mikirin nasib anaknya aja. Kalau lihat sekarang kamu udah jadi orang yang sukses begini, mereka juga pasti senang.” — P. 118“Emang udah seharusnya sebagai manusia kita memaknai hal di sekitar kita. Dari sana, kita belajar memahami.” — P. 134“Kalau kita merasa sedih mengingat orang yang sudah pergi, artinya orang itu meninggalkan banyak kenangan manis.” — P. 156“Nggak apa-apa, Om. Yang untuk kenang-kenangan pribadi udah aku ambil pakai HP. Yang ini supaya… Momennya abadi. Nggak terusik oleh apa pun.” — P. 179“Kamu dan anak-anakmu kelak berhak hidup bahagia bersama orang yang bertanggung jawab, Kat. Yang nggak menyakiti atau meninggalkan kalian, apa pun keadaannya. Sejarah akan berulang kalau kamu nggak belajar dari masa lalu.” — P. 197“Hidup kita memang runyam, tapi anakmu harus lebih baik dari kita. Entah bagaimana caranya. Ibu titip itu saja.” — P. 220“Meskipun hidup selalu sulit, ingatlah bahwa harapan itu pasti ada, kok.” — P. 266“Jangan lupa pada harapan yang diam-diam tetap ada walau senyap.” — P. 270“Karena setiap manusia pasti punya rahasia. Bedanya ada yang bisa dibagi ke manusia lain, ada yang sulit diungkap sampai berubah menjadi beban. Walau aku nggak mendengar rahasia mereka, seenggaknya… Kotak Rahasia yang kamu buat bisa mengurangi beban mereka.” — P. 344“Aku pikir mati adalah satu-satunya keputusan penting yang aku buat sendiri selama pernikahan kita. Ternyata.. kamu juga yang memutuskan aku bisa pergi atau nggak.” — P. 348“Menghormati keputusan terakhir dia aja lo nggak bisa, dan sekarang lo merengek alasannya karena lo sayang dia?” — P. 367“Karena aku sayang kamu, aku nggak rela kamu berlarut-larut sama masa lalu kita. Kamu harus menjalani kehidupan setelah ini dengan sebaik-baiknya. Kamu harus bahagia demi diri kamu sendiri.” — P. 372“Kalau memang ada kehidupan kedua setelah ini, kalau memang aku diperbolehkan reinkarnasi. Aku harap bisa ketemu dan mengenal kamu lagi. Dan di masa itu, biar aku yang mencintai kamu habis-habisan. Maaf untuk semua sakit yang kamu tanggung untuk aku.” — P. 372
No comments:
Post a Comment