Yang KetigaChristina Tirta, Ken Terate, Ruwi Meita, Lea Agustina Citra, Donna Widjajanto, Mia ArsjadGramedia Pustaka Utama322 Halaman
“Cinta bisa membuatmu tidak peduli dengan apa pun. Kamu hanya akan berjalan maju dan tidak pernah melihat ke belakang. Bahkan ke kanan-kiri.”
B L U R B
Jatuh cinta itu indahnya berdua. Menghabiskan waktu berdua, tertawa berdua, berbagi mimpi berdua, seakan-akan dunia milik berdua. Semua kebahagiaan milik berdua.
Namun, ada kalanya cinta dimiliki bertiga.
Saat cinta bukan lagi milik berdua, maka kisahnya berubah seketika.
Tawa lenyap menjadi air mata, mimpi berganti wujud menjadi sakit hati, dan bahagia tiba-tiba menjadi derita.
Kumpulan cerita ini berisi enam kisah cinta yang tidak lagi milik berdua karya enam pengarang yang juga mamah muda.
- - - - - - - - -
Yang Ketiga merupakan kumpulan cerita dari enam kisah jatuh cinta yang seharusnya hanya milik berdua.
Dimulai dengan Broken Promise, tentang Lia yang mendadak bertemu dengan Lee, mantan pacarnya yang dulu memilih menghilang karena satu dan lain hal. Masalahnya, saat ini Lia sudah memiliki suami dan anak. Lia masih mengingat bagaimana akhirnya dia bisa lepas dari bayang-bayang Lee dulu. Baginya, Edward–suaminya saat ini adalah pasangan yang baik, walaupun tidak romantis seperti yang diharapkannya.
Dilanjutkan dengan cerita Pilihan, cerita dari Melia, si anak tujuh belas tahun yang sudah hamil empat bulan dengan laki-laki yang berstatus sebagai manajer sebuah dealer motor. Bagi Melia hal ini tentu saja menyenangkan, dia nggak perlu belajar lagi di sekolah, bisa keluar dari rumah, bebas dari Bapak. Sayangnya, pada hari menjelang pernikahannya, Ardi–laki-laki yang menghamilinya tidak bisa dihubungi. Nggak hanya itu, terlalu banyak kejutan yang diterima saat Melia akan melangsungkan pernikahan ini.
Bebek Kremes Simbok membawakan cerita tentang Silva, seorang janda yang menjaga anaknya agar lebih banyak bermain di dalam rumah. Juga tentang Rina yang seringkali memainkan sandiwara untuk menjaga hubungan dengan suaminya yang bisa dibilang aneh.
Back to the Future tentang kisah Prita dan El, pasangan suami-istri yang hubungannya sudah di ujung tanduk. Kepergian El dengan alasan yang tidak bisa diterima Prita. Munculnya Yazza–mantan Prita ketika Prita sedang melakukan perjalanan ke Malang untuk bertemu dengan kakaknya.
Panutan yang bercerita tentang Larissa yang sedang kebingungan dengan rumah tangganya. Ivan, suaminya yang sampai saat ini tidak bisa tegas terhadap keluarga kecil mereka. Di sisi lain, ada Rizal, dokter anak yang menangani Gianna–anaknya, dan juga hatinya. Larissa kali ini harus memilih, tidak bisa selamanya seperti ini.
Ditutup dengan Yang Kedua, akan membawa kita pada kisah Sandi-Moza, pasangan yang melakukan hubungan backstreet karena alasan yang dibuat oleh Sandi. Moza sendiri juga tidak bisa begitu tegas terhadap hubungan ini, menginat Sandi begitu meluluhkan hatinya. Membuatnya seakan tidak bisa menemukan pasangan lain selain Sandi.
Awalnya, kukira Yang Ketiga adalah kesempatannya. Tetapi ternyata ceritanya sangat dar der dor penuh dengan kejutan. Enam cerita yang membawa kekhasan tiap penulisnya. Buatku, Panutan yang cukup mendebarkan sekaligus menggemparkan. Di awal aku membaca, aku kira Larissa ini orang yang sangat salah karena melakukan perselingkuhan. Tapi ternyata Ivan lebih parah! Nggak cuma itu, karena kekagetan Larissa, dia malah menimbulkan kesalahan lainnya. Nggak nyangka banget.
Yang Ketiga buatku malah menjadi pengingat kita kembali. Apalagi di jaman sekarang sering banget muncul orang yang menjadi pelakor atau pebinor, tanpa peduli dengan status pasangannya. Seharusnya, di jaman yang udah lebih maju ini, mencari tau latar belakang seseorang sangatlah mudah. Meskipun di sisi lain, bisa saja data-data tersebut dimanipulasi, dipalsukan atau dilebih-lebihkan. Kita harus lebih jeli lagi. Karena kadang, yang dirugikan tetaplah perempuan. Benar atau salah, sengaja atau tidak, perempuan biasanya yang dirugikan.
From the book…
“Ada pepatah bilang, mencintai tidak harus memiliki. Bullshit! Buat apa dipertemukan dan jatuh cinta setengah mampus kalau nggak bisa bersama? Romeo dan Juliet itu nggak lucu, tahu! I really hate their ironic story. Nggak make sense aja kenapa dua ornag yang saling jatuh cinta harus pisah karena alasan konyol. Cinta itu seharusnya bikin orang hepi, kan? Bukan bikin depresi atau bikin kepengin loncat dari atap apartemen?!”“Menikah itu nasib, mencintai itu takdir. Kau bisa berencana menikah dengan siapa. Namun kau tak bisa merencanakan cintamu jatuh pada siapa.”“Jiah. Merusak itu kalau awalnya keluargamu baik-baik. Lah ini, bukannya sudah rusak? Sori kalau aku sadis. Habis, kamu tuh kalau nggak disadisin, nggak sadar-sadar juga!”“Percayalah padaku. Kaupikir dia baik. Kaupikir hidupmu akan lebih baik bersamanya, seperti janji-janjinya. Tapi tidak. Hidupmu justru akan lebih buruk. Aku mengatakan ini tidak untuk menakutimu atau untuk mendapatkan Ardi kembali. Sudah kubilang aku tidak menginginkannya.”“Hidup tidak hanya tentang omongan orang tapi bagaimana membungkam mereka dengan omongan mereka sendiri.”“Seorang perempuan terhormat menghargai perasaan orang lain sama besarnya dengan dia menghargai perasaannya sendiri.”“Cinta bisa membuatmu tidak peduli dengan apa pun. Kamu hanya akan berjalan maju dan tidak pernah melihat ke belakang. Bahkan ke kanan-kiri.”“Kita tidak sempurna karena kita berpikir demikian. Bagaimana kalau kita berpikir sebaliknya dan terus berjalan maju. Ehm, kadang kita memang berjalan mundur, tapi itu karena kita mengambil ancang-ancang untuk maju.”“Tidak ada yang menang atau kalah. Semua sama sebab akan selalu ada yang terluka.”“Namun, hidup adalah pilihan. Meskipun pilihan itu sering kali sangat sulit dan berat. Mama berusaha untuk tabah dan tegar.”
No comments:
Post a Comment