Sunday, August 2, 2026

[REVIEW] Anggara Kasih

 

Anggara Kasih
Tian Topandi
Bhuana Sastra
284 Halaman

“Percuma kamu punya seribu orang yang mengasihanimu, tapi kamu tidak punya cinta untuk kamu bersandar!”


B L U R B

Aruna merasa dirinya berada di puncak karier ketika baru ditunjuk sebagai branch manager. Namun, satu per satu rekan kerja Aruna menghilang, termasuk branch manager sebelumnya, Pak Arifin. Semua bukti dan tudingan mengarah kepada Aruna. Namun, Aruna bersikeras bahwa dia merupakan korban penculikan.

Jemmi meragukan penyebab kematian Pak Arifin yang ganjil, terlebih ketika kuburannya dibongkar dan tengkoraknya diambil oleh orang tidak dikenal. Sebagai polisi, Jemmi bertekad mengungkap kasus yang menimpa teman masa kecilnya sekaligus cinta pertamanya.

Satu hal yang diyakini Jemmi adalah, semua kematian di sekitar Aruna berkaitan dengan ritual pesugihan Anggara Kasih.

Bukankah seharusnya hamparan teh yang hijaunya tidak terlihat karena malam bisa mendatangkan ketena­ngan jiwa? Atau, justru daun-daun teh bisu ini menjadi saksi bagaimana jiwa-jiwa yang tenang itu harus meluap karena nafsu manusia?

- - - - - - - - -

Mendapatkan jabatan sebagai branch manager di PT Savoila Cipta Kreasi dengan cepat tentu saja membuat Aruna Prameswari senang. Meskipun untuk mendapatkan jabatan ini, dia harus sedikit memanipulasi datanya. Jadi memang, seharusnya yang menduduki posisi ini bukanlah Aruna, melainkan Haryono.
“Inti dari Anggara Kasih itu bukan kekuatan jahat, tapi cinta terhadap dirimu sendiri. Bagaimana aura negatif bisa melepaskan dirimu kalau kamu membiarkan jiwamu kosong? Jiwamu kosong karena kamu tidak pernah berusaha mencintai dirimu sendiri.” — P. 84
Bersama dengan Susan—sekretarisnya, Aruna mulai menjalankan posisi ini. Walaupun beberapa kali dia merasa bahwa banyak hal aneh yang mendatangi dirinya. Nggak hanya itu, banyak rumor yang mengatakan bahwa jabatan BM adalah kutukan, karena setiap karyawan yang ada diposisi ini, berakhir meninggal.

Kedatangan Jemmi, teman kecilnya yang sekarang sudah menjadi polisi membuat Aruna bertanya-tanya. Apalagi Jemmi juga sedang menyelidiki beberapa kasus pencurian aneh yang berhubungan dengan hari lahir mereka. Apakah Aruna bisa menjelaskan dengan baik, agar dirinya tetap bisa mempertahankan posisinya?

Kebanyakan dari kita, mungkin lebih banyak yang mengenal sifat seseorang dari zodiak atau mungkin elemen-elemen yang melekat di zodiak tersebut. Tapii.. kalau orang dulu, atau mungkin beberapa orang di masa ini, percaya pada weton. Buat yang nggak tahu, biasanya menentukan weton itu berdasarkan tanggal lahir, hari, dan jam. Makanya beberapa orang nggak mau share jam lahirnya, karena berbahaya banget.

Nah, kalau orang kejawen biasanya perlu weton, untuk menentukan nasib pasangan ini ketika sudah menikah. Ada cara menghitungnya, dan setiap hasilnya ada sebutan dan artinya. Kalo versi orang Tionghoa, ya fengshui.

Aruna dan Jemmi merupakan orang yang lahir di hari Selasa, dengan weton Anggara Kasih. Weton yang katanya sangat spesial, karena mereka bisa menukar kematian. Apalagi keduanya lahir pada malam 1 Sura. Semakin istimewa.

Awalnya aku mengira ini bukunya bakalan yang seremmmmmm banget. Ternyata enggak lho! Di bagian awal kita diajak langsung mengenal Aruna dan bagaimana kehidupannya belakangan. Sewaktu kedatangan Jemmi lah, baru perlahan-lahan cerita tentang mereka berdua dimulai.

Jalan ceritanya menurutku seru banget. Bagaimana Aruna yang tidak mendapatkan kasih sayang ayahnya, trauma yang dimilikinya, hubungan pertemanan dan cinta yang cukup rumit. Sampai kedekatannya pada Susan belakangan.

Sementara Susan sendiri, menurutku cukup mencurigakan sejak awal. Kedatangannya yang tiba-tiba, trus jadi perhatian banget ke Aruna. Ya memang sih, dia sebagai sekretaris harus mendekatkan diri, tapi itu terlalu mendekatkan banget menurutku. Jadi keliatan banget sus-nya.

Sejak membaca, aku baru tau kalau weton Anggara Kasih itu berbeda. Karena dari dulu aku taunya Jumat Kliwon yang sering dikaitkan dengan hal-hal mistis. Ternyata Selasa Kliwon juga. 

Menurutku, part paling seru itu ketika Aruna lagi kena masalah, dan Jemmi harus membantu Aruna. Jalan yang dilalui bukan seperti orang-orang pada umumnya, tapi melalui jalur astral dengan bantuan kakeknya. Seru banget!

Terlepas dari itu semua, ada satu hal yang menurutku penting. Jadi orang jangan terlalu jahat dan serakah. Karena awalnya terjadinya t*mbal pes*ugihan itu menurutku karena ada orang yang nggak merasa cukup. Ketika mereka melakukan ritual dan mendapatkan uang, mereka merasa kurang terus. Ya nggak akan ada habisnya. Tapi terkadang, hal ini dimulai karena ada orang yang tersakiti dan terabaikan. Nggak punya uang memang susah, apalagi di jaman sekarang, tapi kalo sampe main pake ilmu hitam, kayaknya nggak perlu deh.


From the book…
Aras tuding lakuning setan artinya anak ini dilahirkan menjadi pemberani. Tapi, kalau dia melakukan sesuatu di luar batas kebaikan manusia, dia akan terjebak dalam lingkaran kegelapan penuh kematian.” — P. 8 to 9

“Aruna, rasa trauma itu nggak bisa disepelekan. Aku juga punya trauma, kok. Aku trauma setiap kali melihat darah.” — P. 22

“Enggak, kok. Itu normal. Orang-orang nggak akan mengerti gimana rasa takut saat melihat orang yanng kita sayangi meninggal dengan mengenaskan di depan mata kita. Yang bisa mengerti kita selain diri sendiri adalah orang yang senasib dengan kita. Itu hukum alam, Aruna.” — P. 23

“Lebih dari itu. Pesugihan bisa membuat orang lebih psikopat dari yang kita bayangkan.” — P. 63

“Inti dari Anggara Kasih itu bukan kekuatan jahat, tapi cinta terhadap dirimu sendiri. Bagaimana aura negatif bisa melepaskan dirimu kalau kamu membiarkan jiwamu kosong? Jiwamu kosong karena kamu tidak pernah berusaha mencintai dirimu sendiri.” — P. 84

“Maafkan bapakmu. Dia hanya sedang berusaha melindungi kamu, Aruna. Sampai detik ini pun, dia berusaha melindungi meski tanpa kehadirannya.” — P. 177

“Percuma kamu punya seribu orang yang mengasihanimu, tapi kamu tidak punya cinta untuk kamu bersandar!” — P. 237

No comments:

Post a Comment