Eat Drink SleepKim In SukBIP Gramedia365 Halaman
“Cinta itu kan sesuatu yang tidak bisa diukur dengan angka. Siapa tahu, tipe ideal pria lumayan itu adalah aku, yang ukuran bajunya 88 dan suka daging! Ah, rasanya sari daging bulgogi yang manis tadi terus menari-nari di dalam mulutku!”
B L U R B
Ini kisah trio Gembul.
Pria yang dicintai Yi Suk—penulis program acara mukbang Greedy Beauty, rupanya sangat dekat. Mereka bertemu dan makan bersama setiap hari, tapi perihal perbedaan berat badan membuat mereka gundah.
Ada lagi, percintaan yang dijalani Kang Ok—pemilik brand fesyen BigBlak, sangat banyak dan melelahkan. Dia tahu pria-pria itu bukan mencintai dirinya, melainkan uangnya. Kang Ok tidak peduli. Uang ataupun berat badan, semuanya menyenangkan jika banyak. Sedangkan, Bo Min—dia yang paling “ringan” di antara kedua sahabatnya, tapi ujian hidupnya paling berat. Selama bertahuntahun dia berjuang untuk cinta dan pekerjaan. Begitu memperoleh keduanya, ada harga mahal yang harus Bo Min bayar.
- - - - - - - - -
Kim Yi-Suk, Min Kang-Ok, dan Yu Bo-Min adalah trio Obes-mate dengan berat badan diatas 80 kilogram. Bagi mereka, makan adalah hidup. Apa pun suasananya, makan adalah jawabannya. Sedih, marah, senang, intinya adalah makan.
“Makanan itu hal kedua setelah seks yang bisa merangsang sistem saraf tepi! Contohnya saat kita nonton mukbang. Kita bertanya-tanya 'kenapa aku nonton ini, sih?' tapi tetap saja nonton terus. Alasannya, karena kita mengalami efek psikologis yang mirip saat kita nonton video porno. Jadi bersemangat, ingin makan, dan kepikiran terus! Sekali nonton video porno, kita jadi ingin nonton lebih. Mukbang juga prinsipnya begitu.” — P. 83
Bagi Yi-Suk, hidupnya sudah cukup tenang, rasa-rasanya dia tidak perlu menikah. Menjadi penulis skrip Greedy Beauty program miliknya, dan bisa makan dengan tenang sudah cukup. Sementara Kang Ok, menjadi pemilik brand BigBlak sudah pasti yang terbaik. Laki-laki sudah pasti mencarinya, walaupun dengan berat badan yang berlebih, bagi mereka tak masalah. Nggak hanya itu, dia juga menjadi mentor bagi kedua temannya.
Terakhir, Bo Min rasa-rasanya hidupnya yang paling tenang diantara ketiganya. Walaupun saat ini masih belum berpenghasilan sebanyak Yi-Suk atau Kang-Ok. Awalnya tidak ada masalah, entah kenapa belakangan dia berpikir untuk mengoperasi badannya seperti wanita kebanyakan. Bisakah Bo-Min mewujudkan mimpinya?
Memilih membaca Eat Drink Sleep karena covernya lucu! Kisahnya ternyata cukup relate buat sebagian orang.
Diumur tiga puluh tahun apa sih yang dicari? Pendapatan yang oke? Karier yang bagus? Atau pasangan hidup? Bagi Yi-Suk, dengan bobotnya yang sudah mencapai angka 80an, dia memilih untuk sadar diri tidak begitu menginginkan pasangan, walaupun juga beberapa kali merasa iri dengan perempuan kurus lainnya lengkap dengan pasangan yang sangat mencintai mereka. Tapi sejak kedatangan PD Ha, dia mulai menginginkan juga kehidupan percintaan yang mulus.
Begitu pula dengan Bo-Min, diantara Obesmate lainnya, dia termasuk yang berbobot ringan, dan lumayan tenang. Tidak terlalu terpengaruh seperti Kang-Ok dan Yi-Suk. Tapi ternyata diam-diam, dia juga pengen memiliki hubungan dan tubuh seperti wanita kebanyakan.
Fokus di sini lebih banyak dari sudut pandang Yi-Suk. Dialah yang menceritakan tentang teman-temannya. Permasalahan di sini juga pasti cukup relate dengan permasalahan kita semua. Berat badan berlebih, kehidupan kantor yang kadang kidding, sampe ke kehidupan percintaan yang gini-gini aja.
Yang aku suka dari Yi-Suk adalah bagaimana dia memaknai makanan. Untuk sebagian orang, makanan memang bisa jadi simbolis banget. Dia juga hebat banget bisa mengingat setiap foto makanannya pada hari itu! Kayak makan tuh mendarah daging banget deh.
Selain itu, dari Kang-Ok aku juga banyak belajar bahwa dicintai apa adanya ketika kita punya banyak uang itu langka banget. Banyak yang bilang, punya banyak uang dulu, nanti jodoh bisa ngikut belakangan. Buatku kok malah enggak ya, kalau sudah ada uang, orang lain akan melihat dua sisi, mendekatimu supaya bisa menikmati uangmu atau beneran tulus deketin kamu. Masalahnya, membuktikan ketulusan ini lumayan susah lho. Bisa aja itu cuma akting atau pake topeng aja. Sejauh mana, nggak ada yang tau.
Eat Drink Sleep awalnya kukira cuma cerita tentang trio gembul yang hobi makan, tapi ternyata ada mimpi-mimpi dari orang yang sering dipandang remeh orang lain. Yi-Suk dengan skripnya, Kang-Ok dengan BigBLAK. Tidak membenarkan gaya hidup mereka yang berlebih, tapi aku berharap kita punya mimpi seperti mereka, yang bertekad sekuat tenaga untuk mewujudkannya.
From the book…
“Kau tahu? Ada tiga alasan kenapa cowok mendekati dan bilang suka pada kita. Yang pertama, kita punya banyak warisan. Kedua, kita punya banyak uang. Ketiga, gaji kita lebih besar daripada dia! Pria itu PD? Gajinya pasti lebih besar daripada gajimu, kau juga tidak punya tanah warisan, jadi pasti ada sesuatu milikmu yang lebih banyak daripada dia. Hmm... lemak?” — P. 31“Cinta itu kan sesuatu yang tidak bisa diukur dengan angka. Siapa tahu, tipe ideal pria lumayan itu adalah aku, yang ukuran bajunya 88 dan suka daging! Ah, rasanya sari daging bulgogi yang manis tadi terus menari-nari di dalam mulutku!” — P. 39 to 40“Pesta MSG, pedas, dan kalori tinggi! Tidak ada obat stres yang lebih efektif daripada makan. Manis, asin, pedas, dan lebih pedas lagi! Tekstur kenyal dan rasa lezat berpadu sempurna, menghibur hati yang sedang gundah.” — P. 82“Makanan itu hal kedua setelah seks yang bisa merangsang sistem saraf tepi! Contohnya saat kita nonton mukbang. Kita bertanya-tanya 'kenapa aku nonton ini, sih?' tapi tetap saja nonton terus. Alasannya, karena kita mengalami efek psikologis yang mirip saat kita nonton video porno. Jadi bersemangat, ingin makan, dan kepikiran terus! Sekali nonton video porno, kita jadi ingin nonton lebih. Mukbang juga prinsipnya begitu.” — P. 83“Baginya, makanan adalah sebuah kenangan. Makanan yang dimakan pada suatu hari menjadi kenangan tentang hari itu. Sebuah hari boleh jadi menguras fisik dan mental, tapi urusan makan tetap nomor satu karena itulah cara untuk bertahan hidup sekaligus kekuatan untuk melangkah ke masa depan.” — P. 92"Makanan hari ini akan menjadi kenangan suatu hari nanti. Jadi, nikmati momen ini sepuasnya. Sebab bisa jadi besok kau akan merindukan makanan ini!” — P. 92"Karena itu! Seterkenal apa pun sebuah restoran, kalau kita belum cek rasanya, kita tidak boleh sembarangan menayangkannya.” — P. 113“Begitu pula hubungan cinta. Hubungan yang tak bisa diperbaiki, sampai kapan pun tidak akan kembali. Lebih tepatnya, tidak boleh terulang lagi.” — P. 141“Mencintai seseorang itu ternyata rasanya bisa seperti berada di neraka. Aku bahkan takut pada diriku sendiri yang sampai berkesimpulan seperti itu. Sebenarnya aku ingin menjadi orang yang pantas berada di sisimu, tapi aku takut aku tidak bisa dan aku minder! Aku tidak percaya diri dan aku tidak suka kalau malah jadi beban buatmu! Aku juga sudah kesal dan capek menghadapi diriku yang seperti ini!” — P. 265"Walaupun seseorang itu sering berganti pekerjaan, bekerja dari satu siaran ke siaran yang lain, itu tetap sebuah pekerjaan yang dilakoninya. Tolong hargai nyawa seseorang.” — P. 278

No comments:
Post a Comment