Showing posts with label Clover. Show all posts
Showing posts with label Clover. Show all posts

Sunday, July 5, 2026

[REVIEW] Why You’re not Married Yet?

Why You’re Not Married Yet?
Sekar Aruna
Penerbit Clover
236 Halaman

“Pernikahan adalah dambaan setiap manusia yang sudah lama merasakan hidup tanpa pasangan, tetapi memutuskan menikah tidak semudah membalikkan telapak tangan.”

Friday, January 2, 2026

[REVIEW] Sejauh Rindu Mencari Pulang

Sejauh Rindu Mencari Pulang
Sefryana Khairil
Penerbit Clover
314 Halaman

“Mungkin… biar kita enggak egois, Ta. Enggak selamanya semua berjalan seperti yang kita mau.”


B L U R B

Fayrani menjalani hubungan serius dengan Genta, seorang pria penuh dedikasi yang menyayangi keluarganya di atas segalanya. Namun, hubungan mereka berubah drastis setelah Genta mengalami kecelakaan mobil yang merenggut nyawa kakaknya, Gamal.

Genta, yang saat itu menjadi pengemudi, merasa bersalah dan menanggung beban untuk menjaga Sandra, istri Gamal, serta ketiga anak mereka. Sandra yang kehilangan suami dan harus membesarkan tiga anak sendirian bergantung sepenuhnya kepada Genta.

Fayrani berusaha memahami keputusan Genta, tetapi keberadaan Sandra dalam kehidupan Genta membuatnya merasa tidak lagi memiliki tempat di hati pria itu. Haruskah dirinya menyerah dan pergi atau mempertahankan hubungan mereka yang terombang-ambing di antara cinta, pengorbanan, dan rasa bersalah?

- - - - - - - - -

Pernah menjalin hubungan lama, ketika putus tuh pasti masih ada yang bikin nyesek ya. Mau putusnya baik-baik, ataupun nggak baik, kurasa efeknya sama aja. Kehilangan yang mendalam. Sejak enam bulan lalu pasca putusnya Fayrani dengan Genta, mereka kembali dipertemukan lewat kantor Gegas Gesit. Genta menjadi anak baru di sana.

Bagi Fayrani dan Genta hal ini tentu saja nggak mudah, dua orang yang pernah menjalin hubungan, putus, dan kemudian harus berhubungan lagi tiap hari, walaupun untuk profesional, pasti tetap ada yang mengganjal.
“Gue juga punya banyak mimpi, dulu gue pikir gue akan tetap di sini, berkarir bersama kalian, terus maju dengan semuanya. Tapi setelah banyak hal terjadi dalam hidup gue, gue sadar bahwa terkadang kita harus melepaskan apa yang kita anggap sebagai mimpi, untuk menjalani tanggung jawab yang lebih besar.” — P. 284
Bagi Genta, pertemuannya dengan Fayrani mungkin adalah kesempatan kedua dari semesta. Mungkin mereka masih bisa bersama seperti dulu, merajut mimpi mereka perlahan-lahan, seperti bayangan mereka dulu. Di sisi lain, Genta juga punya tanggung jawab besar akibat kecelakaan yang terjadi padanya dulu. 

Kembali membaca karya kak Sefryana, kalau sebelumnya Coming Home dengan sebuah kasus perselingkuhan yang buatku nggak bisa diterima, kali ini Genta dengan tanggung jawabnya yang cukup besar.

Kecelakaan yang terjadi karena kelalaiannya, membuat Genta merasa bersalah, apalagi keluarganya juga belum bisa menerima kepergian kakaknya yang saat itu bersamanya. Pun dengan Genta, beberapa kali dia bermimpi tentang kecelakaan yang pernah dialaminya. Ini sebenernya beban tersendiri buat Genta. Belum lagi, dia juga menghidupi Sandra, iparnya dan tiga keponakannya.

Menurutku, permasalahan Genta di sini tuh rumit banget. Sendirian, nggak cuma menanggung beban mental tapi juga finansial. Sementara sisi Fayrani, menurutku dia juga nggak sepenuhnya salah. Dalam masa pacaran tentu nggak harus jadi prioritas terus, tapi kalau jadi pihak yang terus disuruh mengalah, capek juga kan?

Mengambil sudut pandangan ketiga dari sisi Genta dan Fayrani, aku merasa bisa menyelami sisi keduanya. Genta yang selalu bimbang dan ragu karena takut keputusannya kali ini salah lagi. Fayrani yang kembali bimbang dengan segala sikap Genta.

Sepanjang membaca,  aku juga diajak kebingungan harus memprioritaskan siapa Sandra, atau Fayrani? Apalagi kita juga diceritakan secara flashback tentang masa lalu mereka berdua. Jadi bener-bener di sini ngerasain banget gimana Genta berusaha menerima semuanya, termasuk kehilangan kakaknya, Gamal. Belum lagi perlakuan orang tuanya, tanggung jawabnya sama Sandra, perasaannya sama Fayrani.

Buatku, membaca Sejauh Rindu Mencari Pulang nggak cuma tentang kehilangan, tapi bagaimana akhirnya bisa menerima kehilangan itu. Ikhlas itu susah sekali, apalagi kalau tentang kehilangan, tapi hidup terus berjalan, nggak selamanya kita harus berhenti dan berputar di sana terus, kan?


From the book…
“Hari itu, dia menyadari bahwa kadang, cinta harus berakhir bukan karena hilang, melainkan karena mereka harus melepaskan.” — P. 27

“Seharusnya kamu enggak lupa, Ta. Saat kita putus, berarti kita bebas mau bersama orang lain. Jadi, kamu enggak perlu merasa menjelaskan apa pun ke aku.” — P. 121

“Mungkin… biar kita enggak egois, Ta. Enggak selamanya semua berjalan seperti yang kita mau.” — P. 145

“Satu hal yang aku pelajari, menjadi ibu adalah proses. Kamu enggak harus sempurna, cukup kasih cinta yang tulus.” — P. 156

“Kamu enggak pernah kepikiran buat kasih dia kesempatan lagi? Kadang, orang tuh butuh waktu buat bener-bener ngerti perasaannya sendiri, Fay.” — P. 173

“Mas, lo juga punya hak buat bahagia. Jangan sampe janji itu jadi penjara buat hidup lo sendiri. Lo harus yakin, Mas, kalau ini yang bener-bener lo mau.” — P. 189


Wednesday, September 27, 2023

[REVIEW] Book Shamer

 

Book Shamer

Asmira Fhea

Penerbit Clover

237 Halaman

"Katanya bookfluencer, booktuber. Kok, malah book shaming, sih?"


B L U R B

@pembacasetiaaa
Coba yang suka review jelek, emangnya
bisa jadi penusli? Jangan cuma bisa
nyinyir tapi tulisannya masih jelek.
Cc @amydhriti

@masihmuda_belia
Katanya Bookfluencer. Booktuber.
Kok malah book shaming sih?

Amy Dhriti diserang netizen!
Gara-gara buku antologi Mimpi dan Harapan Kita yang diulas di kanal YouTube-nya, seorang akun anonim atas nama pengguna @penulis_amatir memprovokasinya melalui Twitter. Hal itu jelas mengganggu reputasinya sebagai Bookfluencer. Apalagi dia tengah mengincar juara satu lomba Versatile Book's Reviewer, yang salah satu kriteria pemenangnya adalah personal branding.
Karena tidak ada pilihan lain dan ditambah keterbatasan waktu menjelang babak akhir, satu-satunya yang bisa dilakukan adalah cari langsung siapa pelakunya. Dia benar-benar harus menyelesaikan masalah ini sampai tuntas, supaya tidak gugur sebagai pemenang.

- - - - - - - - -

Amy Dhriti, seorang mahasiswi Sastra sekaligus reviewer buku. Sebenarnya, dia cukup selektif dalam memilih buku yang akan dibacanya. Buku itu harus memenuhi beberapa kriterianya, salah satunya adalah harus rapi dalam penulisan, sesuai dengan KBBI atau EYD. Karena baginya, salah ketik akan mempengaruhi moodnya dalam membaca, dan kemudian malah tidak selesai. Lalu, untuk apa dia membaca?
"Gue pribadi, sih, kurang cocok. It's just like I read a book from an amateur writer. Seharusnya, mereka belajar menulis dulu yang baik sebelum menerbitkan buku. Bagaimanapun, pembaca belum tentu sanggup baca sampai habis. Mau dipaksa baca juga, gue sendiri cuma sanggup sampai cerita keempat. Selebihnya cuma screening. Jadi, ya... so sorry, this one is on my DNF list." P. 17
Karena buku antologi Mimpi dan Harapan Kita yang baru saja diunggahnya di kanal YouTube, membuat dia menjadi viral dan mempengaruhi personal brandingnya. Di sini Amy tentu saja bingung. Apa yang harus dilakukannya? Mendatangi penulis antologi tersebut? Atau membuat klarifikasi seperti artis yang sering seliweran belakangan? Hal ini jelas membuat kariernya sebagai bookfluencer tercoreng!



Membaca kisah Amy, tentu mengingatkanku sama diri sendiri. Apalagi aku juga sudah nyemplung di sini dari 2016an. Jadi ya udah cukup lama, dan masih di sini-sini aja. Hehe..

Banyak yang bilang, bookstagram itu sebenernya ramah buat siapa saja. Well, kalau aku boleh kasih pendapat, yes. Kami ramah kepada semua pendatang baru, atau pun orang-orang yang mau belajar jadi seorang bookstagram, tapi sayangnya, kalau sampai ada salah langkah, dalam artian memberi review yang cukup 'sadis', terkadang kamu akan kena omel sama penulis atau fanbase pembacanya.

Di sini nggak cuma menceritakan perjalanan Amy dalam mencari tau siapa dibalik akun @penulis_amatir, tapi juga diajak menyelami kehidupan Amy sendiri, yang ternyata nggak baik-baik aja. Tumbuh dengan kebiasaan membaca membuat Amy jadi anak yang sebenernya suka baca apa aja, tapi karena dia dituntut untuk selektif dalam memilih bacaannya, terutama buku-buku yang berbau fiksi, itu jelas dicoret saat dia kecil, dan ini cukup kebawa sampai dia dewasa.
 
Aku cukup kesal lho sama orangtua Amy, karena mereka memperbolehkan baca, tapi milih. Ya ampun, anak masih kecil, memang boleh sih milih, tapi harus yang berbobot. Bacaan fiksi ini jelas enggak banget. Padahal menurutku, asal fiksi sesuai dengan umurnya, itu nggak masalah kok. Dulu fiksi pertamaku bacanya dari majalah Bobo, berlanjut ke Kecil-Kecil Punya Cerita-nya Mizan. Itu kan fiksi juga. Anak suka baca tuh harusnya orangtuanya seneng nggak sih?

Meskipun akhirnya dia membaca fiksi, tapi dia tetep selektif banget. Kalo baca, ada beberapa kriteria yang ada di listnya. Perjalanannya menemukan pemilik akun Twitter ini juga cukup seru lho. Dia jadi banyak belajar, banyak memahami bagaimana karakter orang lain yang selama ini 'nggak dianggap ada' sama dia. Belum lagi ada masukan-masukan yang cukup banyak untuk perkembangan akunnya. 

Suka sekali kak Fhea menceritakan kisah Amy, mulai dari dia yang nggak terlalu peduli sama lingkungan sektiarnya, sampai akhirnya perlahan dia mau membuka diri dan membuka mata terhadap sekitarnya. Perkembangannya sungguh seru untuk diikuti! Book Shamer juga cukup menggambarkan kehidupan sebagai bookstagram yang aku relate sekali! Haha.. Bikin aku jadi kangen ke masa kuliah, di mana aku bisa baca buku banyak, review banyak, aktif banget di sosmed. Sekarang udah menurun banget, dan jujur, ada rasa pengen banget balik ke masa-masa itu. Cuma, kesibukan dunia nyata masih belum bisa kutinggal. Huhu..


From the book...
"Soalnya, sebuah kritik, apalagi yang membangun, akan membantu banyak buat penulisnya. Supaya bisa menghasilkan karya lebih baik lagi meski nggak lepas dengan kekurangannya." P. 124

"Di dunia ini, nggak ada orang yang nggak pernah melakukan kesalahan. Mau dia yang paling berkuasa, atau yang paling suci hatinya, atau yang sering main aman. Semua pasti pernah berbuat salah. Kecil ataupun besar. Right? P. 211

"Bahwa ternyata, sebanyak apa pun ilmu yang gue punya, serajin apa pun gue membaca, nggak akan ada nilainya kalau itu hanya untuk diri gue sendiri. Ada makna yang jauh lebih besar ketika gue memilih membagikannya pada mereka." P. 218

Thursday, May 11, 2023

[REVIEW] The Supernumerary Project

The Supernumerary Project

Aranindy

Clover

362 Halaman

"Meski dibenci, tokoh antagonis biasanya dipertahankan sampai akhir demi menambah keseruan cerita. Karena tujuan lo cepat-cepat out, lo harus menghindari peran ini juga."


B L U R B

The Chosen One (TCO) adalah program dating show yang mempertemukan seorang eligible bachelor, Aydan Dirgantara, dengan 30 orang wanita cantik yang berusaha mendapatkan hatinya.

Sayangnya salah satu kontestan yang akan berpartisipasi tiba-tiba mengundurkan diri. Dalam keadaan terdesak, Rayne Madaharsa harus menjadi kontestan pengganti dengan menjalankan strategi dari Gisel, yaitu The Supernumerary Project.

"Terus gue mesti gimana dong, Gis?"
"Gampangnya, lo harus berada di kasta terendah, di bawah protagonis, antagonis, bahkan di bawah peran pembantu sekalipun. Tugas lo adalah menjadi peran numpang lewat yang sama sekali nggak memorable."

Dengan 101 trik yang diberikan oleh Gisel, Rayne mulai menjalankan strateginya, menjadi seorang figuran yang tak kasatmata. Namun, apa jadinya jika segala usaha Rayne agar cepat dieliminasi justru menarik perhatian Aydan?

- - - - - - - - - -

Rayne Madaharsa, seorang designer interior yang introvert dan lebih memilih hidup di belakang kamera. Selama ini, akun media sosialnya hanya berisi pekerjaan atau hasil fotonya. Anehnya, Sarah—salah satu produser di Soma TV sekaligus sahabatnya, dan juga Gisella—sahabatnya yang lain, malah menyuruh Rayne untuk ikut dalam program yang sedang digarap oleh Sarah, The Chosen One.

Program dating yang menurut Rayne nggak bakalan cocok untuknya. Sayangnya, Rayne terpaksa harus menjalani ini karena terdesak. Berbekal 101 trik yang diberikan oleh Gisel, Rayne masuk ke program TCO dan berusaha untuk jadi orang yang biasa-biasa aja, supaya dia bisa segera tereliminasi.
"Ramah, perhatian, mau mendengar, dan menghargai pendapat orang lain—siapa pun bisa melakukan apa yang dilakuin Aydan, tapi karena kebaikan-kebaikan kecil semacam itu mungkin jarang kita temui sehari-hari, kita jadi menganggap dia sebagai pahlawan yang sempurna." P. 212
Aydan Dirgantara, memutuskan untuk ikut dalam dating show yang menurutnya udah nggak jaman tahun ini. Desakan ibunya dan jaminan bahwa nggak ada setingan—alias Aydan bisa memilih sendiri siapa yang layak dipertahankan dan nggak, membuat dia akhirnya menyetujuinya.

Saat melihat video perkenalan diri para pesertanya, nggak ada yang membuatnya tertarik. Dia melihat semua perempuan mengagumi dirinya, merasa dirinya cantik dan berharap Aydan akan memilihnya. Anehnya, saat pertemuan pertamanya dengan seluruh peserta, Aydan tertarik pada satu perempuan. Dia selalu terlihat berbeda dari yang lainnya. Tingkah lakunya juga membuat Ayden bertanya-tanya, apa yang sedang disembunyikannya?


Udah lama banget kayaknya melihat novel ini berlalu-lalang di timelineku, tapi baru sekarang aku bacanya. Haha..

Mengambil seting sebuah perusahaan entertainment yang sedang menggodok sebuah acara, buatku ini menarik. Pas awal aku baca, kukira ini tuh bakalan kayak Take Me Out gitu. Anak tahun 90an pasti tau dong acara ini? Ajang pencarian jodoh yang menurutku paling oke pada masanya. Nah, kalo TMO, seingatku cuma sekadar milih, terus habis itu udah, nggak ada kegiatan apa-apa lagi ya. Di TCO beda.

TCO ini menurutku gabungan dari TMO dan The Brothers. Jadi para peserta tuh dikumpulin dalam satu rumah, nggak boleh bawa alat komunikasi, ada jadwal sendiri, dan makin akrab gitu antar peserta. Karena nggak ada yang dilakuin lagi, pasti peserta mulai membuat pertemanan atau geng-geng gitu kan? Di sini juga sama. Semakin panas dengan adanya geng yang mulai nggak suka satu sama lain. Ada aja pokoknya yang dikomentari.

Waktu awal baca, jujur aja aku tuh nggak ada ekspektasi apa-apa. Aku cuma tau kalo novel ini pasti ada romancenya, yang bisa kutebak sih cinta lokasi. Tapi gimana caranya, aku nggak tau. Selama baca tuh jadi menyenangkan banget, apalagi saat Rayne berusaha untuk menjadi biasa-biasa aja. Masalahnya, saat dia jadi biasa-biasa aja, dia tuh malah keliatan banget! Gemes banget aku tuh sama Rayne.

Aydan menurutku karakter yang menarik. Dia ini orang yang perhatian sampai ke detail gitu, hal yang mungkin terlewatkan sama orang lain, tapi dia enggak. Selain itu, Aydan ini nggak ketebak! Kalo ngomong tuh suka setengah-setengah, bikin orang jadi penasaran atau salah menilai dia. Rayne buktinya. Beberapa kali dia salah menilai omongan Aydan. Aku juga hampir kecewa sama dia, tapi nggak jadi. Hahaha..

Ini pengalaman baca yang seru sih. Karena kapan lagi baca novel tapi dapet experience kayak nonton di TV? Drama-drama dalam show pasti selalu ada, dan menurutku semakin bikin rame suasananya.


From the book...
"Gue realistis, gis. Opposites attarct? Halah, itu cuma manis di dunia fiksi doang. Realitanya, apa pun yang bertolak belakang pasti lebih banyak crash daripada akurnya. Lo pernah nggak ketemu anak konglomerat nikahin anak pembantunya ala-ala sinetron gitu?" P. 6

"That's what I mean, Gis. People tend to be attracted to those who are similar to themselves. Period." P. 6

"Kalau cuma gara-gara komentar netizen aja gue sampai depresi, nggak bakalan gue bisa sesukses sekarang, Ray. Omongan mereka nggak ngaruh buat hidup gue." P. 202

"Setiap orang menghadapi masalah dengan cara yang berbeda. Kadang klarifikasi justru bisa membuat situasi makin panas." P. 294 to 295

Saturday, September 4, 2021

[Review] Unrequited


Unrequited

Emma Grey

Clover

328 Halaman

"Kadang-kadang ada hal-hal yang lebih rumit daripada yang terlihat"

 
B L U R B
 
Kat Hartland, 17 tahun, dan anti-fan dari band Unrequited.
 
Bagi Kat, kombinasi dari lirik Unrequited itu mudah ditebak!
Bagi kat, histeria fans dari Unrequited itu sangat menjengkelkan!
Dan bagi Kat, Unrequited hanya menjual tampang anggotanya!
 
Tetapi segalanya menjadi rumit ketika Kat berhadapan langsung dengan Angus Marsden, vokalis utama Unrequited. Kat membencinya. SANGAT.
Tapi ternyata, hanya Angus yang bisa memahami impiannya selama ini.
Impian yang selalu ditentang oleh ibunya... 

- - - - - - - - - -

Kat Hartland, seorang remaja berusia tujuh belas tahun yang sedang disibukkan dengan persiapan untuk HSC alias sertifikat sekolah tinggi, malah harus menemani kedua adiknya yang amat sangat mencintai band Unrequited. Band yang bagi Kat cuma menjual tampang pemain bandnya saja. Nggak ada keren-kerennya! Sayangnya, dia harus melakukan ini.
"Berhentilah berusaha terlalu keras. Jika gadis ini benar-benar menyukaimu, dia akan menemukanmu. Jika sesuatu harus terjadi, ya akan terjadi." P. 62
Joel Isaacson, seorang mahasiwa yang secara tidak sengaja bertemu dengan Kat di bus yang ditumpanginya untuk mencapai tempat konser Unrequited. Pertemuan dan percakapan singkat mereka ternyata cukup membekas bagi Kat dan juga Joel. Sayangnya, mereka tidak bertukar data diri lain selain nama. Joel dan Kat ternyata sama-sama mencari satu sama lain meskipun mereka berdua sama-sama clueless.

Angus Marsden, vokalis band yang sedang digandrungi oleh remaja seusia Kat. Tapi sayangnya, Kat nggak menyukai band ini. Pertemuan pertamanya dengan Kat cukup tidak terduga. Melihatnya tidak memperhatikan Angus di konser, malah bikin Angus tertarik! Wow. Karena bagi Angus ini adalah hal yang cukup berbeda. Ada orang yang nggak suka ngeliat dia di antara banyak orang yang memujanya.

Kat mendadak jadi orang yang dicari Angus dan Joel. Dibalik sifat Kat yang cuek, ternyata dia seorang pemain musik dan penulis lagu yang cukup baik lho! Bahkan dia berencana melanjutkan sekolahnya di musik, yang sayangnya hal ini cukup ditentang ibunya. Wah, kenapa ya?


R E V I E W

Membaca kisah Kat ini mengingatkanku kembali ke masa sekolah. Jaman jahiliyah, jamannya main Twitter, berharap dapat reply dari idola. Masa-masa menyenangkan bangetlah intinya. Kat sendiri juga menikmati masa remajanya, yang cukup berbeda dari remaja kebanyakan. Kalau yang lain menggandrungi Unrequited, Kat enggak. Sangat enggak malah.

Awalnya, aku mengira Kat ini kayak sombong banget, siapa sih dia kok berani-beraninya menilai bahwa Unrequited ini lagunya nggak menarik? Padahal, proses pembuatan lagu itu nggak gampang. Keliatannya aja kan nulis lirik lagu, padahal prosesnya kan juga cukup panjang.

Tapi aku cukup suka dengan karakternya Kat lho. Dia berpendirian kuat, dan ternyata dia juga cukup bertalenta untuk membuat sebuah lagu. Pantes aja dia bisa menilai band Unrequited. Ah, di sisi lain, Angus ini juga seorang artis yang cukup nekat. Gimana enggak? Artis itu pasti privasinya tuh nggak bisa terjaga kan? Tapi dia tetap memutuskan untuk mencari Kat di Twitter. Ini kalo kejadian di aku, wahh.. aku bisa loncat-loncat kesenengan! Dicariin sama artis, dan cukup menarik pula! Ya ampun.

Konflik di sini nggak begitu rumit, jadi cocok banget dibaca pas lagi butuh cerita ringan dan menyenangkan.


Quotes from Book
"Kadang-kadang ada hal-hal yang lebih rumit daripada yang terlihat." P. 140

"Ya, aku bahagia. Hidup ini fantastis. Petualangan pribadi ternyata melebihi apa pun dari yang bisa kupikirkan akan mampu aku lakukan. Seperti sebuah kesempatan..." P. 199

Thursday, August 5, 2021

[Review] My Best Friend is A Goddess

My Best Friend is A Goddess

Tara Eglington

Clover

416 Halaman

"Pakaian-pakaian itu adalah bukti bahwa semua asumsi kami tentang masa depan dan apa yang menunggu kami bisa, secara instan, hilang karena takdir."


B L U R B

Emily dan Adriana telah bersahabat sejak SD.
Namun, Adriana harus pindah ke Kalimantan di usianya yang berumur 14 karena ibunya meninggal.

Dua tahun kemudian, saat gadis itu kembali ke Amerika, Adriana yang tadinya cupu berubah menjadi gadis paling cantik di sekolah.
Emily awalnya cemburu, namun tetap berusaha menjadi sahabat baik untuk Adriana. Sampai akhirnya, persahabatan mereka berubah saat keduanya naksir Theo, anak baru di sekolah mereka.
Belum lagi Adriana tiba-tiba direkrut oleh Geng Sepuluh, geng cewek paling populer di sekolah.

Dengan segala perubahan itu, Adriana dan Emily pun dipaksa untuk menghadapi permasalahan-permasalahan dan persahabatan mereka yang ternyata jauh dari sempurna.

- - - - - - - - -

Adriana, seorang introvert yang seringkali memendam apa yang dirasakannya. Apalagi sejak ibunya meninggal, dia rasanya udah nggak tau harus gimana lagi. Sosok ibu segitu pentingnya untuk anak umur empat belas tahun, kan? Sahabat yang dipunya hanya Emily, satu-satunya sahabat yang dekat dan cocok banget sama dia. Meskipun Emily kadang bisa sangat cerewet dan mengganggu, tapi bagi Adriana, hal ini nggak masalah.
"Premis dari mitos itu adalah—jangan membiarkan dirimu berkhayal atau mengharapkan sesuatu yang lebih karena harapan itu bisa saja memberikan hal-hal yang buruk padamu dan duniamu—terdengar sangat menyedihkan." 
Emily, sejak dulu selalu diejek lantaran tidak memiliki sosok Ayah yang benar-benar ada, bisa dipegang dan dilihat fisiknya. Mungkin dulu dia bisa berkhayal, tapi lama-lama, dia sadar, bahwa Ayah yang dia butuhkan itu tidak pernah ada. Persahabatannya dengan Adriana tentu saja sangat menyenangkan. Bahkan dia sangat sedih saat Adriana harus pindah ke Kalimantan untuk sementara waktu. Tapi waktu dia kembali dari Kalimantan, kenapa ada yang berbeda? Kenapa Adriana seperti bukan yang dia kenal dulu?

Persahabatan keduanya sedikit banyak mulai diuji. Apalagi ketika Emily menyadari bahwa mereka berdua sama-sama menyukai satu cowok yang sama, Theo, cowok yang berkenalan dengan baik dan bahkan bisa membuat Adriana nyaman, dan juga membuat Emily terpesona dengan pengetahuannya tentang seni. Bisakah mereka melalui itu?


R E V I E W

Membaca kisah Em dan Ade ini berasa aku balik lagi ke masa-masa sekolah dulu. Sayangnya, kalo sekolah di Indonesia kan nggak bisa pindah-pindah kelas gitu. Seharian ya temennya itu-itu aja. Kalo di luar negeri seru deh, jadi temennya bisa gonta-ganti.

Kisah mereka sejak awal ini udah bikin aku tertarik banget. Ade yang pindah sekolah demi menutupi kesalahannya di sekolah lama. Bahkan dia juga dipermalukan di sana. Pasti kesalahan ini cukup besar dan bikin malu, yang kalo bisa mah mengubur diri aja ketimbang harus menghadapi masalah ini. Sayangnya, Ade harus kembali lagi.

Kembalinya Ade ini cukup bikin gempar. Karena Ade yang dulu beda banget sama yang sekarang. Dia lebih cantik, lebih terawat, cocok banget lah bersanding sama Geng Sepuluh, geng terkenal di sekolah yang isinya cewek-cewek cantik semua. Tipikal orang yang akan dihindari, supaya nggak bikin beban hidup di sekolah makin nambah.

Yang aku suka, selain ngebahas tentang masalah persahabatan, di sini juga dibahas masalah seni! Meskipun aku awam banget sama dunia seni, apalagi melukis dan menggambar, di sini dijelaskan cukup detail lho. Jadinya aku ikut keseruannya Em selama dia menceritakan tentang kisahnya. Ah, di sini juga membahas tentang pembullyan. Tau banget kan, di luar negeri kalau masalah pembullyan itu lebih parah daripada di Indonesia? Nggak hanya itu aja, tapi juga membahas tentang masalah keluarga juga.

Friday, April 9, 2021

[Review] Jejak di Benak

 

Judul : Jejak di Benak

Penulis : Faradita

Penerbit : Clover

Tebal : 132 Halaman

"Bukankah cinta bisa disebut cinta, jika ada dua orang saling berbagi di dalamnya?"

 
B L U R B
 
Bagaimana rasanya tentang mengagumi dalam diam, mencintai tanpa berani mengungkapkan, berdiri begitu dekat namun tak pernah berhasil mengalahkan ketakutan?
 
Kamu tidak sendirian.
 
Aku akan mendengarkan.
 
- - - - - - - - - -
 
Karena berisi puisi yang dikumpulkan menjadi cerita, aku bakalan langsung review secara keseluruhan aja ya. Jadi, menceritakan tentang 'aku' yang mencintai seseorang dalam diam, seseorang yang cukup dekat dengannya, seseorang yang bahkan kadang takut dia temui. Tidak hanya menjelaskan tentang perasaan yang dia suka, tapi juga menjelaskan bagaimana seharusnya jatuh cinta, bagaimana cinta yang benar, dan bagaimana rasanya patah hati.

Jujur aja, pas baca buku ini tuh rasanya quotable semua! Mewakili orang-orang yang patah hati banget. Kak Fara bener-bener deh ya, bisaan banget kalo bikin puisi. Oh iya, buat kalian yang berpikiran ini tuh cuma buku puisi, mendingan kalian hilangin pikiran kayak gitu deh. Karena bukunya ini tuh kayak potongan puisi yang membentuk cerita. Menarik sekali. Bukan puisi biasa sih menurutku.

Membaca ceritanya, aku ngerasa kayak ikutan nyesek bareng sama 'aku'. Karena diambil dari sudut pandang 'aku'. Diksi yang dipakai juga nggak yang lebai atau bikin pusing. Pas gitu. Saranku sih, baca ini jangan pas lagi galau-galaunya. Karena bakalan tambah galau! Mending bacanya pas udah tenang, udah ikhlas, biar nggak makin terbawa. Hihi..

Sunday, April 4, 2021

[Review] Same Campus with Wife

 

Judul : Same Campus With Wife

Penulis : Farah Vida Karina

Penerbit : Clover

Tebal : 336 Halaman

"Seorang wanita berkelas tidak harus mempertahankan egonya demi menjaga harga dirinya agar tidak jatuh."

 
B L U R B
 
Aksa dan Fau merahasiakan "status" pernikahan, sehingga tidak ada yang tahu bahwa mereka adalah pasangan suami istri di usia muda.
 
Tapi ternyata, tidak mudah menjalani backstreet di kampus.
 
Tika, mahasiswi paling cantik, secara terang-terangan menyukai Aksa. Selain itu, Tariq, asisten dosen yang terkenal di kampus juga jatuh cinta pada Fau. Gara-gara hal itu, Aksa dan Fau harus mengubah strategi mereka.
 
- - - - - - - -
 
Fauziah, seorang gadis yang membantu menyelamatkan usaha orang tuanya dengan cara menikah dengan seorang laki-laki yang bisa dibilang irit ngomong, apalagi senyum. Aksa. Rasa-rasanya, kalau Aksa senyum tuh kudu bayar mahal banget. Padahal ya enggak, memang dasar dianya aja yang pelit. Mana anaknya pendiem lagi. Meskipun gitu, dia cowok yang menghormati cewek banget loh.
"Lagi-lagi kasus kayak gini. Emang nggak pernah selesai-selesai ekspedisi godaan dari setan." P. 75
Aksa, si cowok yang supercool. Ngomong seperlunya, senyum seperlunya, tapi kadang kelakuannya bisa ngeselin banget. Tapi dia menghargai perempuan banget, mau dia cuma temen sekalipun, perlakuannya Aksa ini tetep baik. Tapi sayangnya, hal ini malah dilihat sebagai kesempatan untuk Tika, si cewek cantik yang getol banget ngedeketin Aksa, mana mereka juga satu kelompok kerja! Duh, makin jadi deh capernya.

Di sisi lain, Tariq, asisten dosen yang juga kakak sahabatnya Fau, keliatan banget berusaha ngedeketin Fau, gimana ya? Mereka bakalan ngebuka identitas mereka yang udah menikah nggak ya?


R E V I E W

Cerita tentang perjodohan.Weits! Jangan mikir kalo ini bakalan klasik ya. Bukan tentang perjodohan yang keduanya nolak terus mereka berusaha untuk menjauh dan cari ulah. Tenang-tenang, malahan cerita ini menurutku menyenangkan banget loh! Jauhkan dulu pokoknya pemikiran bahwa perjodohan ini isinya pemaksaan semua.

Fau yang berisik, dan Aksa yang irit ngomong. Biasanya bakalan cocok kan? Iya memang cocok kok. Menurutku, mereka malah saling melengkapi loh. Aksa yang pinter, nggak neko-neko, baik, dan dia juga bukan tipe cowok yang suka seenaknya sendiri, dia mau banget turun tangan untuk bantu-bantu bersih-bersih rumah, cuci piring dan segala macemnya. Keren bangetlah. Salut sama cowok yang kayak gini. Sementara Fau ini juga cewek yang aku akui jempol. Walaupun nikah terpaksa, Fau juga menghormati Aksa sebagai suaminya. Nggak ada yang namanya tuh tidur sendiri-sendiri. Mereka berusaha untuk menyesuaikan diri satu sama lain.

Novel ini kayaknya masuk di drama rom-com ya seharusnya. Karena isinya nggak begitu berat, dan juga banyak interaksi lucu antara Aksa-Fau sama temen-temen mereka. Bagaimana mereka bingung sama perasaan mereka, bagaimana mereka akhirnya mengakui perasaan mereka masing-masing. Ah, belum lagi cemburu yang nggak boleh kelihatan karena mereka menyembunyikan statusnya. Seru banget. Hihi.. Oh iya, karena tokohnya lagi kuliah tentang arsitektur, di sini diselipkan juga mata kuliah dan beberapa bahasan tentang arsitek juga loh. Seru deh jadinya, bisa belajar jurusan lain secara nggak langsung.

Thursday, January 14, 2021

[Review] An Enola Holmes Mystery : The Case of the Left-Handed Lady

 

Judul : An Enola Holmes Mystery: The Case of the Left-Handed Lady

Penulis : Nancy Springer

Penerbit : Clover

Tebal : 248 Halaman

"Enola, alone, sendirian; tanpa ada seseorang yang bisa kuajak bicara."


B L U R B

BERITA HARI INI

Adik Sherlock Belum Ditermukan!

Enola bertekad menemukan Lady Cecily, putri bangsawan yang menghilang secara misterius! Tapi, kenapa huruf dalam diarinya ditulis terbalik, ya? Dan kenapa Enola merasa snagat mengenal sang nona? Di waktu yang sama, Sherlock berhasil memecahkan kode yang dipakai Ibu dan Enola untuk berkomunikasi dan bertekad untuk menemukan adik perempuannya itu apa pun yang terjadi!

- - - - - - - - - -

Enola Holmes, setelah kemarin menghilang karena berusaha mencari ibunya, sekarang dia berada di London, masih mengecoh kedua saudara detektifnya. Enola sekarang bekerja sebagai sekretaris, di salah satu kantor perditorian. Cukup menarik ya? Gimana bisa, Enola yang sendirian ini malah dapet kerjaan.
"Umurnya masih empat belas tahun. Mycroft memberitahuku kalau ia dan Sherlock percaya adik mereka membawa sejumlah uang yang cukup besar." P. 15
Selain mengetahui bahwa kedua kakaknya sedang mencarinya, dan mengira dia akan berperangai sebagi laki-laki, Enola memiliki tugas lain. Memecahkan kenapa Lady Cecily mendadak hilang. Mulailah dia menebak dari jejak-jejak yang ditinggalkan Lady Cecily. Dan entah kenapa, saat membaca diarinya, Enola merasa kenal dengan kode-kode yang ditinggalkannya ini. Wah, jangan-jangan, Lady Cecily ini orang yang terdekat banget sama Enola?


R E V I E W


Membaca Enola ini bener-bener ya. Bener-bener kayak lagi nonton Dora the Explorer! Habisnya dia selalu aja berpetualang buat mecahin masalah. Dan dia masih muda banget loh. Masih umur 14 lagi. Dan yang paling aku suka tuh, caranya dia mikir untuk nyari kode yang tepat buat disampaiin ke mamanya. Gilaaa.. Ini Enola waktu kecil makan apa ya? Kok bisa dia secerdik dan sepintar itu. Iri banget aku tuh.

Karena cerita diambil dari sudut pandangnya Enola, aku menikmati banget gimana dia mecahin kode, dia mulai mikir ada yang salah nggak dari omongan lawan bicaranya, atau cara dia mencari hal apa yang sekiranya jadi clue selanjutnya, tapi tetep, dia nggak boleh ceroboh, karena kalau ceroboh, penyamarannya bisa terbongkar.

Masih menceritakan dari kota London, aku tuh langsung bisa ngebayangin banget deh, susahnya jadi cewek London jaman dulu yang roknya gede banget, belum lagi korset yang sesak, ke mana-mana pakai kereta kuda atau kereta uap, dan entah kenapa, aku jadi keinget Newt Scamander. Hehe.. Jangan lupa dibaca ya, apalagi yang suka detektif dan main-main kode. Bikin nagih soalnya!

Wednesday, September 9, 2020

[Review] Laknat

 

Judul : Laknat

Penulis : Lentera Langit

Penerbit : Clover

Tebal : 168 Halaman

"Apakah semuanya nyata atau halusinasi semata? Ataukah, aku sudah mulai gila?"

B L U R B

Wanita itu tidak pernah menyadari "apa" yang mengincar bayi dalam kandungannya.

Inggrid sangat bahagia dengan kehidupan pernikahannya dengan Mas Andro, pria pujaan hatinya. Ditambah lagi dengan adanya buah hati mereka yang sedang dikandung Inggrid, lengkap sudah kebahagiaan Inggrid.

Namun, kebahagiaannya terganggu ketika sosok wanita berkebaya merah mulai menghantuinya. Inggrid mengalami kejadian-kejadian yang membuatnya tidak dapat memercayai pikirannya sendiri. Ditambah lagi, sesuatu yang jahat mengintainya dari kegelapan.

Siap merenggut janin yang ada di dalam kandungannya.

- - - - - - - -

Inggrid, si anak perantauan yang bekerja di minimarket. Awalnya, kehidupannya baik-baik saja, meskipun dia nggak punya pacar, tapi dia punya temen yang menyenangkan. Udah kayak saudara sendiri gitu. Namanya Irma, sesama temen kasirnya dia. Kehidupannya biasa-biasa aja sampai kedatangan pembeli ruko kosong di seberang minimarket tempatnya bekerja.

"Tentu saja tidak! Ini namanya cinta, Irma. Saat ini aku merasa bisa melakukan apa pun untuk dapat bertemu lagi dengannya. Apa menurutmu dia memiliki rasa yang sama?" P. 20 

Satu ketika, Inggrid akhirnya bertemu dengan pemilik ruko kosong tersebut. Pertemuannya juga cukup dramatis sih. Karena Inggrid yang dengan tingkat kekepoannya yang tinggi, dan suka banget ngintipin ruko kosong ini. Setelah mereka bertemu, Inggrid bahkan sempat masuk ke dalam ruko ini. Dan semuanya mulai berubah perlahan. Inggrid mulai dekat dengan pemilik ruko yang ternyata bernama Mas Andro, dia juga pindah pekerjaan, dan kemudian menikah dengan Mas Andro. Keanehan semakin menjadi-jadi saat dia sudah menikah dengan Mas Andro. Bos di tempat kerja Inggrid yang baru sebenarnya juga sudah mengingatkan, tetapi Inggrid tetap memilih Mas Andro. Keanehan apalagi yang akan dialami Inggrid?


R E V I E W

Jujur aja, awal ketika aku ditawari untuk mengulas novel ini, ada sedikit rasa takut. Tapi, aku juga penasaran sama novelnya. Aku kira awalnya novel ini tuh genrenya thriller. Ternyata enggak! Ini horor! Sempet keder karena aku tuh anaknya penakut banget. Aku bakalan review pelan-pelan dari ceritanya ya.

Menurutku, novel ini cukup seru sekali. Berawal dari pertemuan tak terduga, dan dibumbui mistis-mistis. Awalnya, aku kira novel ini tuh bakalan bikin aku jadi ketakutan banget. Apalagi testimoni dari admin penerbitnya sendiri yang jadi takut deket-deket jendela. Hmm.. Ternyata, nggak semenakutkan itu! Aku yang udah cukup lama tinggal di Jawa, sangat relate dengan cerita ini.

Untuk karakter Inggrid, entah kenapa aku kadang rada bete sama dia, kalau pas diingetin sama Irma, atau bosnya sendiri. Bebal banget gitu. Ya iya sih, namanya juga cinta, hitam putih juga jadi berwarna, tapi kalau ada yang nggak masuk akal, dia tuh masih kayak berusaha membenarkan gitu. Ujung-ujungnya malah jadi ribet sendiri kan?

Aku suka dengan jalan ceritanya, yang meskipun terkesan cepat, tapi tepat banget. Nggak berlebihan, atau kekurangan. Konflik yang terjadi di sini tuh lebih ke arah konflik batin menurutku, apalagi diambil dari sudut pandangnya Inggrid, jadi kerasa banget. Terutama di beberapa kejadian aneh yang dialami Inggrid, ya ampun. Nggak kebayang deh gimana rasanya jadi Inggrid. Sudah mengalami keanehan, nggak dipercaya, ketakutan lagi. Pokoknya wajib baca sih. Meskipun covernya nyebelin karena serem banget kayak diliatin. Tapi nanti setelah baca ceritanya, nggak bakalan ketakutan kok!

Sunday, August 23, 2020

[Review] Journal of Teror 2

 

Judul : Journal of Teror 2: Titisan

Penulis : Sweta Kartika

Penerbit : Clover

Tebal : 352 Halaman

"Ngeliat 'kan nggak harus pakai mata, Sukma..."

 
B L U R B
 
Namaku Sukma.
Aku mampu melihat alam gaib, tapi aku tak bicara tentang makhluk-makhluk mistik biasa.
Semesta gaib bukan hanya tentang hantu.
Ada hal-hal yang lebih tabu, lebih tua dari usiaku.
 
Dan sudah sejak lama aku merasa bahwa kemampuanku disiapkan untuk tujuan tertentu.
Tujuan yang mungkin lebih besar dari apa yang bisa kubayangkan. 

- - - - - - - -
 
Sukma, cewek yang mempunyai kelebihan yang mungkin nggak kebanyakan orang punya. Indera keenam, alias bisa melihat hal gaib. Nggak cuma itu aja, Sukma ini udah kayak cenayang, bisa merasakan apa yang orang lain rasakan, dia juga bisa membaui 'orang' yang terkadang lewat di dekatnya. Serem? Pasti, tapi Sukma berusaha untuk biasa aja, untuk terlihat normal, meskipun dia sensitif sekali.
"Kalau Sukma besar nanti, jangan terbiasa mengandalkan orang lain. Sebaliknya, Sukma harus bisa jadi orang yang bisa diandalkan." P. 124
Sukma memiliki teman yang bisa diajak berdiskusi tentang masalah dunia lain ini. Namanya Damar, dia memiliki cacat fisik, yang kemudian membuat dia jadi bisa lebih tajam indera lainnya. Di sinilah, Sukma dan Damar mulai berpetualang melalui beberapa masalah yang terjadi di dekat tempat tinggal Sukma, sampai ke masalah dimana Sukma ternyata memiliki misi tersendiri, tapi misinya cukup aneh dan membingungkan. Apa ya kira-kira masalahnya?


R E V I E W

Baca Journal of Teror ini mengingatkanku sama mitos-mitos yang pernah aku denger selama ini. Kalo ngbahas yang mistis emang percaya nggak percaya sih, tapi nyata. Di sini, diceritain kalo Sukma anak yang punya kelebihan untuk melihat sisi lain dunia. Dan ternyata dia juga punya misi untuk ke depannya.

Aku cukup suka sama ide ceritanya. Nggak asal yang munculin mitos, nakut-nakutin, dan nggak ngasih pemecahan masalahnya. Di sini cukup banyak penjelasan yang masuk akal, dan bikin aku jadi wanti-wanti! Kan serem juga kalo sampe kejadian kayak gitu mah. Novel ini juga mengambil sudut pandangnya dari Sukma aja, meskipun gitu, tetep bisa menjelaskan keadaan di sekitarnya, gimana perasaan lawan bicaranya.

Karena ini termasuk debut baca novel horor pertamaku, aku jadi nggak banyak bilang. Hehe.. Yang jelas aku suka sih pas baca ini. Padahal aku anaknya tuh takutan, parnoan, jadi kadang serem sendiri aja gitu kalo pas baca yang serem-serem gitu. Hebatnya, pas baca ini, nggak takut gitu. Meski ada ilustrasi yang cukup ngebantu aku buat bayangin sosoknya dan cukup serem juga pas liatnya, tapi nggak sampe parnoan yang gimana gitu.

Tuesday, June 16, 2020

[Review] 022

Judul : 022

Penulis : Lokalpcy

Penerbit : Clover

Tebal : 437 Halaman

"Konsep kebetulan itu magis, karena kalau lo telusuri benang merahnya, maka akan ditemukan bahwa sebenarnya 'kebetulan' adalah rencana yang belum tersampaikan."



B L U R B

Cakrawala
Dia diartikan sebagai lengkung langit tempat
bintang-bintang bersandar

Ladinia
Dia adalah bintang paling terang yang pernah bersandar
pada cakrawala

Cakrawala, drummer dari band indie Anchorbolt pertama kali bertemu Ladiani, reporter dari media musik bernama StageSnap, di belakang panggung saat gegap gempita reda. Meninggalkan kesan, tapi tak seberapa.

Lalu, Bandung mempertemukan sang drummer dan sang reporter dalam setiap gigs, menjadi penanda dimulainya tukar cerita tentang skema musik hingga idealisme hidup. Cerita demi cerita terekam di seluruh sudut kota kembang, menambah satu lagi hal manis yang bisa diingat dari kota berkode telepon 022. Semua tampak baik-baik saja, hingga salah satunya jatuh cinta dan salah satunya enggan percaya.

- - - - - - - -

Cakrawala Yudhistira Adyaksa, atau yang biasa dipanggil Ceye, drummer yang cukup dikenal di kalangan band indie, yang kalau udah gebuk drum, nggak bakalan inget sama yang lain. Totalitas. Malam ini, di mana dia tampil dalam sebuah acara yang udah sampe larut malem, dan dia juga kepengennya sih langsung cepetan pulang, supaya bisa ngerjain tugas kuliahnya dia. Sayangnya, dia harus stay sebentar karena ada wawancara bareng StageSnap, salah satu media besar di Bandung yang ngurusin dunia band gitu. Di sinilah dia bertemu dengan Ladinia Grandiflora.
"Gue selalu suka konsep kebetulan. Semuanya serba enggak terencana, tapi ternyata lo dihadapkan pada kejadian yang bisa mengubah cara pikir, bahkan hidup lo." P. 33
Ladinia Grandiflora, mahasiswi fakultas seni, sekaligus reporter StageSnap yang cukup berani menatap matanya Ceye waktu wawancara, meskipun Ceye pas itu lagi bete parah mukanya. Nggak bersahabat banget. Setelah kejadian itu, ada satu kejadian lagi yang bikin Ceye malah tertarik sama si Ladin ini. Ladin yang nggak takut sama sekali sama Ceye, Ladin yang ternyata adik salah satu produser Youtube yang cukup terkenal. Ladin yang ternyata bikin Ceye penasaran dan nggak tertarik untuk cuci mata sama cewek lain.

Tapi kalau ternyata salah satu dari mereka jatuh cinta, apa mereka bakalan nyatain ya? Kan ada tuh yang kalau udah nyaman sebagai teman, ya temen aja. Jangan berharap lebih. Karena kalau berharap lebih, yang ada malah nggak nyaman nantinya. Apa iya?


R E V I E W

Baca ceritanya Ceye jadi keinget jaman-jaman SMA yang bete jadi cinta gitu. Aku sih suka banget sama Ceye dan gayanya yang slengean, kadang suka seenaknya sendiri, tapi dia itu sebenernya punya aura yang disukai banyak cewek gitu loh. Karena aku baca Ale duluan, aku ngerasa Ceye ini kayak anak SMA. Meskipun dia bertanggungjawab banget sama kuliahnya, supaya hidupnya balance gitu.

Yang aku suka lagi di novel ini tuh, penulisnya bener-bener mengeksplor dunia anak band Indie, gimana mereka berusaha buat menyeimbangkan antara passionnya mereka sama dunia nyata yang harus dijalani. Perjuangannya Ceye juga patut diacungi jempol nih! Ya meskipun dia ada salahnya juga. Tapi menurutku perjuangannya dia pol-polan banget sih.

So far, aku menikmati banget novelnya. Berasa balik lagi ke jaman PDKT, awal-awal pacaran gitu. Habisnya aku udah lama banget pacarannya. Jadi udah lupa gimana rasanya. Hahaha..


Quotable:

"Hidup ini kadang-kadang lucu, mempertemukan kepingan kemungkinan menjadi rangkaian kebetulan yang seolah-olah sudah dirancang dari sananya." P. 52

"Susah buat serius sama cewek, ketika orang-orang udah mikir kita maunya cuma main-main." P. 79

"Nggak ada yang bener-bener tahu gimana caranya jadi dewasa, Ye. Masing-masing orang punya cara sendiri." P. 81

"Benar, pendewasaan itu bukan sesuatu yang bisa disamaratakan untuk masing-masing orang. Mereka punya cara yang berbeda, yang belum tentu akan sama efeknya untuk orang lain." P. 81

"Wajar sih... tapi berlebihan. Menurut gue, enggak semua hal yang cewek-cewek lakuin perlu dikhawatirin cowok. Kita bisa jaga diri. Kita tahu mana yang bahaya mana yang enggak." P. 185

"Mau lo percaya atau enggak, gue nggak peduli. Dan lo nggak usah mikirin kenapa gue bisa sayang sama lo. Itu urusan gue." P. 325

"Kadang, orang-orang nggak bisa nyatuin perspektif mereka. Lo lihat dari sisi mana, gue lihat dari sisi mana." P. 402

"Di fase inilah, Ceye mulai sadar bahwa sesuatu yang berharga bukan datang secara kebetulan, tapi karena dipertahankan, diperjuangkan, dan ada yang dikorbankan." P. 421

Sunday, June 7, 2020

[Review] Suami Negeri Dongeng : Pesan dari Masa Lalu

Judul : Suami Negeri Dongeng: Pesan dari Masa Lalu

Penulis : Majarani

Penerbit : Clover

Tebal : 260 Halaman

"Jangan pernah berharap orang lain menghormati kita karena harta, sesungguhnya itu tidaklah tulus. Namun, orang harus hormat padamu karena sifat dan perilakumu yang memang pantas diperlakukan seperti itu."


B L U R B

Raya mendambakan pernikahan dengan calon suami yang penuh cinta kasih dan taat beribadah. Siapa sangka, saat tersesat di Gunung Ciremai, ia justru dipertemukan dengan Raden Wijaya Kusuma, putra mahkota dari kerajaan Linggarjati yang terjebak di dunia masa kini.

Raden Wijaya Kusuma—Wiku, begitu sempurna dengan wajah rupawan, gagah, dan berkharisma. Bersamanya, Raya merasakan waktu seakan terhenti. Raya andu pada setiap perhatian, kasih sayang, bahka cinta yang tak pernah ia dapatkan dari pria mana pun yang pernah jadi kekasihnya.

Namun, Wiku dan Raya memiliki kehidupan yang tak bisa mereka tinggalkan.
Haruskah Raya mengikuti Wiku ke negeri dongeng?
Atau mencari pria lain dan mewujudkan pernikahan yang nyata?

Pesan dari Masa Lalu merupakan buku pertama dari seri Suami Negeri Dongeng.

- - - - - - - - -

Raya,  cewek yang baru aja patah hati. Gimana nggak patah hati, kalau pacarnya selingkuh sama sahabatnya sendiri, mana mereka nikah tuh nggak ngabarin Raya lagi. Kesel banget. Karena itulah, dia berniat untuk mencari tau hal ini lebih dalam. Emang bener ya? Dan ternyata beneran! Anehnya, setelah itu, Raya malah milih untuk naik gunung Ciremai! Aneh banget nggak sih? Mana ada orang patah hati yang naik gunung? Ya kecuali anak gunung kali ya.
"Pengkhianat dan tukang selingkuh itu pasangan serasi. Jadi nggak perlu ditangisi." P. 53
Anehnya di Gunung Ciremai ini, Raya malah ketemu sama Raden Wijaya Kusuma, seorang keturunan kerajaan yang bahkan sekarang udah nggak ada lagi. Anehnya lagi, Raya malah membawa Raden Wijaya Kusuma dibawa ke tempat tinggalnya di Bogor, bahkan sampai ke kos di mana Raya tinggal di Cikarang. Tapi nggak mungkin selamanya Raden Wiku ini bakalan menetap di sini terus kan? Pasti ada masanya dia harus kembali ke kerajaannya. Nah, kalau sudah begitu, gimana nasibnya Raya? Bakalan ikut Raden apa enggak? Kalau ikut, resikonya pasti bakalan banyak banget sih. Mulai dari ninggalin orangtua Raya, kehilangan pekerjaan, dan lain sebagainya. Memang Raya siap?


R E V I E W

Ngebaca ini tuh aku kira bakalan ada fantasinya gitu. Eh ternyata lebih dominan ke kerajaan-kerajaan gitu. Seru banget deh, berasa balik ke jaman sekolah buat belajar tentang kerajaan jaman dulu gitu. Yang aku suka sih, cerita ini cukup real ya. Ada yang masih inget sama KKN Desa Penari nggak sih? Nah, aku mikirnya tuh, kayak gitu, tapi minus adegan yang nggak senonohnya ya.

Selain latar ceritanya yang kerajaan, aku juga suka sama sikap karakternya. Raden Wijaya tuh apa ya? Tipikal cowok idaman gitu lah. Dia kalau janji tuh selalu ditepatin, berusaha cari solusi, gimana caranya supaya semua bisa seneng gitu. Yang aku nggak begitu suka tuh malah Raya-nya. Dia ini tipikal yang childish banget. Apa yang jadi maunya dia, ya harus diwujudin. Nggak ada dewasa-dewasanya. Pengen kujitak rasanya si Raya ini.

Karena ini masih bersambung, aku nungguin banget buku keduanya. Habisnya gantung abis! Berasa kayak nonton drama Korea yang masih on going gitu.

Monday, April 6, 2020

[Review] An Enola Holmes Mystery


Judul : An Enola Holmes Mystery : The Case of the Missing Marquess

Penulis : Nancy Springer

Penerbit : Clover

Tebal : 205 Halaman

"Ini semua salahku. Perempuan memang tidak bisa dipercaya; tanpa terkecuali seorang Ibu."


BLURB

Berita Hari Ini

Munculnya Generasi Penerus Holmes?

Saat mengetahui kalau ibunya menghilang, Enola Holmes, meminta tolong kedua kakak laki-lakinya; Sherlock Holmes dan Mycroft Holmes untuk memecahkan misteri ini.
Namun, kedua kakak laki-lakinya itu malah menganggapnya mengganggu penyelidikan dan hendak mendaftarkannya ke sekolah asrama.
Tidak setuju dengan rencana kakak-kakaknya, Enola memutuskan untuk kabur dan memecahkan kasus itu seorang diri!

- - - - - - - - -

Enola Holmes, di hari ulang tahunnya, dia malah kehilangan Ibunya. Dia bahkan sudah mencari ke seluruh desa, tapi nggak juga menemukannya. Hingga akhirnya, dia memutuskan untuk menghubungi kedua kakaknya. Sherlock dan Mycroft, anehnya, keduanya malah menanggapnya mengganggu dan lebih baik melanjutkan sekolah sekaligus pindah ke sekolah asrama. Tentu saja Enola menolaknya.
"Dan sekarang kau berpikir untuk menemukan seseorang yang mau membantumu di kota? Apa kau pernah ke London sebelumnya?" — P. 134
Selama ini, Enola sedikit mempertanyakan kenapa dirinya dinamai Enola, karena kata Enola sendiri, kalau dibalik menjadi alone. Sendiri. Hilangnya Ibunya membuat dia mempertanyakan, apa memang ibunya memberinya nama karena bertujuan untuk membuatnya sendiri seperti saat ini, ataukah ada selipan lain. Ketika bunya meninggalkan dia, ibunya juga meninggalkan jejak berupa sebuah buku teka-teki yang bisa diisi Enola. Sayangnya, Enola mungkin tak sepintar kedua kakak detektifnya. Sehingga hal ini membuat Enola berpikir lama dan keras. Kira-kira, Enola bisa memecahkan jawaban teka-teki dari ibunya nggak ya?


Awal dapet buku ini, aku sempet heran, memangnya, Sherlock punya seorang adik? Atau bahkan kakak? Atau memang aku yang nggak begitu nyari tau lebih dalam tentang Sherlock ya? Tapi pas ngebaca bukunya, nggak mau berhenti! Lanjut teruuuussss..

Pas ngbaca di halaman awal aku cukup bingung ya, karena ternyata, cerita di bagian depan itu menceritakan hal sekarang, tapi kayak tiba-tiba mundur gitu. Kan aku juga kaget. Nah, habis itu, seru bangetttt.. Nyari teka-teki ke mana ibunya hilang. Teka tekinya ini juga berupa huruf. Jadi kayak nggak ketebak gitu ibunya mau ngomong apa ke Enola.

Menyenangkan sekal bacanya! Nagih gitu, soalnya dari satu clue, ke clue lain, atau perasaan Enola yang nggak bisa ditahan tuh ngaruh juga ke kita, bikin nggak mau berenti baca! Trik-triknya juga seru banget. Rekomen banget sih buat kalian yang pengen baca tentang detektif gitu.

Friday, April 3, 2020

[Review] 35 MM


Judul : 35 MM

Penulis : Lokalpcy

Penerbit : Clover

Tebal : 298 Halaman

"Seenggak suka apa pun lo sama keadaan orangtua lo, semoga lo nggak ngelakuin hal yang aneh-aneh, deh. Lo harus bisa memposisikan diri sebagai anak yang udah dewasa, yang bisa ngerti keadaan orangtuanya."


BLURB

"Pulang gue adalah dia, apa pun yang ada pada dirinya."

Sebagai creative director, Adelardian Muda Gautama menganggap profesionalitas adalah segala-galanya. Semua yang ia lakukan harus terbidik sempurna, presisi, dan tanpa cacat.

Lalu Erisha Annora datang bagaikan noise kamera yang memudarkan bidikan lensa sehingga Adelardian kehilangan profesionalitasnya.

Dalam waktu singkat, Erisha menghapus adikuasa Adelardian sembari menawarkan perasaan.
Meski benar secara logika, jatuh cinta pada Erisha sangat tidak beretika.

Alasannya sederhana: Erisha sudah punya pasangan.

- - - - - - - - - -

Adelardian Muda Gautama, atau yang biasa dipanggil Ale. Perfeksionis, ganteng, tapi sayangnya nggak terjangkau. Selain jadi mahasiswa, dia juga punya kerjaan lain. Memiliki sebuah projek yang sudah berjalan, Lensproject. Di Lensproject, Ale menjabat sebagai creative director. Bagi Ale, pekerjaan ini cukup menyenangkan, bermain dengan kameranya, memperdalam lagi ilmu videografinya, meskipun itu berarti, dia harus rela tugas-tugas kampusnya sedikit berantakan, karena waktunya banyak tersita untuk Lensproject.
"Kalau bukan siapa-siapa, lo nggak bakal sebaik ini ke Erisha." — P. 132
Erisha Annora, seorang model untuk projek terbarunya. Bagi Ale, Erisha cukup profesional, meskipun kadang Erisha bisa bertingkah menjengkelkan. Selain menjengkelkan, Erisha juga suka seenaknya sendiri, mendadak datang iut survei lokasi bersamanya, lalu pergi meninggalkannya saat sudah selesai. Memang bagi Ale bukan masalah besar, tapi dari caranya mengganggu dna berinteraksi dengan Ale dan juga anak-anak Lensporject lainnya, mengingatkan Ale terhadap seseorang yang seharusnya berada di posisi creative director.

Selain ada beban tak kasat mata yang ada di Lensproject, Ale sendiri memiliki masalah di rumah. Rumah yang bagi sebagian orang adalah tempat untuk 'pulang', sedangkan bagi Ale, rumah bukan tempat untuk pulang. Rumah untuk pulangnya hanyalah di kos yang ditempatinya selama ini. Memang, ada masalah apa di rumah Ale? Beratkah? Sampai-sampai dia menghindari untuk pulang?


Pas pertama kali terima novel ini, aku baca blurbnya, aku kira, masalah Ale cuma sama Erisha aja. Tapi pas awal baca, malah udah disuguhin sama masalah keluarganya Ale. Nggak begitu jelas memang. Tapi cukup bikin penasaran dan bertanya-tanya. Tentang Lensproject juga.

Waktu masalah keluarganya dibuka, aku cukup kaget. Soalnya masalahnya sendiri nggak gampang. Mana Ale dan kakaknya juga agak cuek. Jadi ya cukup sedih aja gitu. Sementara di lingkungan pertemanannya Ale sendiri, dia nggak terlalu terbuka ke banyak orang. Ale memang pendiam dan menyimpan banyak rahasia.

Selain masalah yang ada di Ale, masalah juga ada di Erisha. Kalau masalahnya Erisha ini nggak begitu rumit, aku suka sama pemilihan konfliknya, dan kayaknya, semua cewek juga merasakan hal yang sama.

Di sini, aku banyak banget dapet pelajaran tentang komunikasi, apalagi sama keluarga. Sejak dulu, aku tuh emang orang yang family first. Pokoknya, keluarga dulu lah. Meskipun kadang sikap keluarga nggak ngenakin juga. Tapi mereka yang selalu terima kita apa adanya, kan? Ya nggak semua keluarga begitu juga sih tapi. Hehehe.. Sayangi keluargamu, sebelum kamu nanti nyesel karena nggak bisa nunjukin sayangnya kalian ke mereka.

Tuesday, February 4, 2020

[Review] Pentingnya Komunikasi di A Boy Called Ocean


Judul : A Boy Called Ocean

Penulis : Chris Higgins

Penerbit : Clover

Tebal : 292 Halaman

"Jika ada satu hal yang aku pelajari dari apa yang terjadi, maka itu adalah untuk jangan terburu-buru dalam melakukan berbagai hal tanpa berpikir panjang."


Wednesday, January 29, 2020

[Review] Welcome To The Fandom, Suka Dukanya K-Popers


Judul : Welcome To The Fandom

Penulis : Utiuts

Penerbit : Clover

Tebal : 174 Halaman

"Kalau aku bisa, kamu juga bisa. Kalau aku tidak bisa, kamu harus bisa."


Saturday, January 25, 2020

[Review] Yuk, Punya Mimpi Sebesar Gajah


Judul : Mimpi Sebesar Gajah

Penulis : Mooseboo

Penerbit : Clover

Tebal : 279 Halaman

"Jangan pernah kehilangan harapan, selalu semangat, berani melangkah, dan jangan takut gagal dalam menjalani kehidupan. Karena itu proses buat menjadi dewasa."


Tuesday, December 17, 2019

[Review] Your Wings


Judul : Your Wings

Penulis : Eve Shi

Penerbit : Clover

Tebal : 239 Halaman

"Hubungan yang melibatkan dua orang harus membawa kebahagiaan pada keduanya."


BLURB

Chendra belum bisa move on karena tiba-tiba diputusin saat liburan semester. Dia semakin tidak bisa move on ketika kelasnya kedatangan Amelie, anak baru yang mengingatkannya pada mantan pacar. Suatu hari, dia tak sengaja melihat Amelie terbang dengan sayap membentang di punggungnya. Amelie mengaku dia adalah Demit, dan dia bukan yang satu-satunya di Gandaloka.

Pengakuan itu membuat Chendra berhasil lupa pada mantan pacar, soalnya sekarang dia jadi memikirkan Amelie terus. Meski takut yang gaib-gaib, rasa penasaran Chendra membuatnya makin dekat dengan Amelie.

- - - - - - - - -

Chendra, mengawali awal tahun sekolahnya dengan patah hati. Pasca putus dengan mantannya, dia malah bertemu dengan Amelie, si cewek super selengean, teledor dan entah kenapa selalu salah di matanya. Selalu ada saja yang salah di mata Chendra, caranya tertawa, caranya berbicara, menyampaikan pendapat. Apa ajalah.
"Tahu dari mana? Memangnya lo pakar dunia gaib? Gangguan mereka ke manusia itu nyata!." —P. 25
Terakhir, kejengkelan Chendra makin menjadi. Chendra yang pada dasarnya tidak begitu menyukai hal gaib, malah diajak nonton horor! Semakin tidak sukalah dia sama Amelie. Padahal, Amelie niatnya baik. Bahkan, Damian, sahabat Chendra juga heran. Tingkah laku Amelie yang mana yang bikin dia mencak-mencak? Orang Amelie sendiri nggak banyak tingkah.

Akhirnya, Chendra mulai tersadarkan dan mulai bisa menerima Amelie. Mulai bisa melihat Amelie dari sudut lainnya. Secara nggak sadar juga, Amelie mulai mengubah cara pandang Chendra. Baik untuk hal yang berbau Demit dan hal lainnya. Tapi tanpa disadari Chendra, dia juga mulai jatuh hati pada Amelie. Akankah Chendra menyampaikan isi hatinya pada Amelie?


Kalau di dua novel kemarin konfliknya berat, di novel ini konfliknya ringan. Nggak berat-berat amatlah buat dipikirin. Jadi bisa banget dibaca pas lagi pengen baca novel yang santai-santai aja. Soalnya, beneran, novel ini super ringan. Trusss... ala anak sekolahan gitu. Manis-manis gimanaaa gitu.

Jadii.. di novel ini, secara keseluruhan itu tentang Amelie dan Chendra. Amelie yang secara nggak langsung mengubah cara pandang Chendra terhadap hal gaib atau segala sesuatu yang tak kasat mata. Belum lagi Chendra juga suka negatif thinking. Jadilah Amelie secara nggak langsung mengubah pandangan itu. Sementara Chendra sendiri ini tipikal cowok yang kadang rada ribet sama pemikirannya sendiri. Dan tentu aja ngeselin abis!

Friday, December 13, 2019

[Review] They Saw Too Much


Judul : They Saw Too Much

Penulis : Alan Gibbons

Penerbit : Clover

Tebal : 266 Halaman

"Kau dan kameramu itu, benar-benar harus mengacaukannya, ya? Itu yang menjatuhkanku. Sepasang anak bodoh."