Thursday, August 13, 2020

[Review] Stay

 

Judul : Stay

Penulis : Incainica

Penerbit : Aksara Plus

Tebal : 373 Halaman

"Nyatanya, nggak ada yang bener-bener bahagia di dunia ini. Semua orang punya masalah sendiri-sendiri." 

 

B L U R B

Tentang Sakala, si manusia es yang sangat ambisius karena punya banyak mimpi.

Tentang Oliv, si biang onar yang selalu mencari keributan demi mendapat perhatian sang mama.

Tentang Aksel, Akbar, Abi, dan Gio, yang bergelut dengan masalah mereka sendiri. Karena setiap manusia, pasti punya masalah besar yang dihadapi.

Ini bukan cerita mengenai sepasang kekasih yang tengah dimabuk asmara. Ini hanya tentang mereka dengan banyaknya permasalahan. Tentang mereka yang mencari-cari letak keadilan serta kebahagiaan. Tentang mereka yang larut dalam kesedihan. Tentang mereka yang dipaksa untuk mengerti bagaimana semesta menunjukkan kerasnya kehidupan.

Ini adalah cerita yang akan membuatmu berpikir, "Sepuluh tahun lagi, aku akan jadi apa, ya?"

- - - - - - - -

Sakala Nugroho, cowok yang punya mimpi dan cukup ambisius. Mimpinya nggak besar, cukup tidak dihina dan dipandang rendah sama orang lain aja. Apalagi, mengingat latar belakang keluarganya yang bisa dibilang cukup kurang, membuat dia jadi punya tekad yang kuat untuk mengubah keadaan keluarganya.

"Memang benar, tidak ada yang lebih membahagiakan dari sekadar kembali berkumpul dengan teman-teman yang selalu ada." P. 154

Olivia Almeta, cewek yang biang onar. Nggak ada yang benerlah dari hidupnya. Punya geng yang isinya tiga cowok yang nggak ada benernya juga, tapi mereka malah saling support satu sama lain. Ya tipikal kalo temenan sama anak nakal yang saling dukung satu sama lain pada umumnya lah.

Sejak menginjakkan kaki di SMA, Sakala bertekad untuk jadi pribadi yang lebih baik. Dia bahkan memulai semuanya di SMA. Mulai menjadi ketua kelas, bahkan sampai masuk ke anggota OSIS. Menyenangkan? Tentu saja, semuanya jadi kenal dengan Sakala. Sayangnya, Sakala mulai berubah perlahan, menjadi orang yang tidak dikenal oleh seisi sekolah, bahkan Oliv sendiri juga mulai tidak mengenalinya. Di sisi lain, Oliv dan teman se-gengnya juga memiliki masalah yang membentuk mereka menjadi pribadi yang seperti saat ini, yang tidak disukai Sakala dan banyak orang.


R E V I E W

Salah satu novel yang aku incer, akhirnya dapet juga! Bahagia banget, apalagi dapetnya juga dengan setengah harga. Kenapa sih aku ngejar banget novel ini? Well, aku beberapa kali baca karya Kak Ica, dan aku selalu suka gimana kak Ica menuliskan cerita dan konfliknya. Nggak cuma ngebahas masalah remaja aja, tapi juga konflik keluarga yang mungkin sering kita alami, tapi nggak pernah kita tunjukin aja.

Di sini, awalnya aku cukup suka sama Sakala loh! Cowok yang berprinsip menurutku. Punya jalan hidup dan mimpi yang jelas. Tapi waktu dia udah berubah jadi power ranger, aku langsung ilfeel setengah mati. Beneran ya, hidupnya dia tuh jadi saklek banget! Untung bukan temenku, kalo temenku, nggak tau deh, dia bakalan selamet dari sindiranku apa enggak. Punya mimpi itu bagus, tapi kalo sampe sinting, mendingan nggak usah deh.

Sementara Oliv and the gank masih jadi favoritku sejak awal. Meskipun mereka salah, mereka saling support sama lain. Apa pun masalahnya, mereka tetep ada untuk satu sama lain, nggak menjauhkan diri, nggak mengambil kesimpulan sendiri. Kompak banget. Yang kayak begini ini deh susah dicarinya. Meskipunnnnn.. aku juga tau, kalo mereka salah banget, karena suka bolos, nakal dan lain sebagainya.

Jujur ya, aku selalu suka gimana cara kak Ica memasukkan latar belakang dan konflik yang bakalan dialami sama karakter-karakternya. Alus banget. Ngena banget. Pas tau latar belakangnya Oliv and the gank, aku mengiakan semua yang ditulis. Ini tuh kayak ngeliat temenku sendiri jatuhnya. Pengingat juga sih buatku, biar di masa depan, jangan sampe begini deh. Kasian anakku nantinya.


Quotable:

"Mendengar percakapan itu, Sakala kecewa dan belajar satu hal; menyebalkan ketika kita yang mati-matian berjuang justru berakhir kalah telak dari mereka yang berpangku tangan dengan kekayaan." P. 17

"Iya aku paham. Silakan bersenang-senang karena benar, masa remaja apalagi SMA itu cuma datang satu kali dalam seumur hidup. Tapi, jangan lupa juga kalau bersenang-senang pun ada batasnya. Jangan kaget kalau suatu saat setelah masa remaja kamu habis, lalu kamu dihadapkan dengan masalah yang jauh lebih sulit, kamu jadi nggak bisa menanganinya. Kenapa? Ya karena itu hasil dari kelarutan kamu dalam kesenangan masa remaja, tanpa sadar kalau masa remaja itu juga masa di mana semuanya dimulai, termasuk tentang impian atau cita-cita." P. 229

"Bebas ngelakuin dan nentuin apa pun itu artinya tanggung jawab juga semakin besar, Sel. Nikmati aja masa remaja kamu dengan sepositif mungkin. Karena nanti kalau kamu udah dewasa, mungkin kamu nggak akan bisa ngelakuin apa yang kamu dan teman-teman kamu lakuin sekarang. Dan juga, jangan lupa nikmatin apa yang Tuhan berikan. Entah itu masalah atau yang lainnya. Kamu tahu, Tuhan nggak mungkin merancang sesuatu tanpa tujuan." P. 272

"Nyatanya, nggak ada yang bener-bener bahagia di dunia ini. Semua orang punya masalah sendiri-sendiri." P. 309

"Kalau aku jadi kamu, aku nggak akan hidup dengan bayang-bayang Jody selama belasan tahun. Hidup harus terus berjalan, Riena. Sebesar apa pun rasa sedih kamu karena kehilangan Jody, hidup kamu harus tetap berjalan. Kamu nggak sendirian, ada Oliv, anak kamu. Seharusnya kamu nggak hidup seperti ini." P. 357

"Anak-anak nggak pernah menuntut apa-apa, Ryn. Mereka juga nggak akan berani macam-macam. Asalkan mereka diperhatikan, dipedulikan. Dan aku yakin, diamnya anak kamu sebenarnya menyimpan banyak sekali hal yang ingin disampaikan." P. 358


No comments:

Post a Comment