Wednesday, April 21, 2021

[Review] Mahar untuk Pembantuku

 
 

Judul : Mahar untuk Pembantuku

Penulis : Melodi Kata

Penerbit : Gorgeous Media

Tebal : 187 Halaman

"Mama heran sama kalian berdua. Kenapa tidak ada satu pun dari kalian yang memiliki ambisi?"

 
B L U R B
 
Hana tak pernah mengira majikannya akan memilih dirinya untuk dinikahi. Padahal setiap hari ada saja perempuan yang mengejar Juan hanya untuk setor perasaan cinta ke pria itu. Lalu kenapa harus Rohana?
 
Alasan Juan memilih Hana sebenarnya konyol. Sejak malam di mana ia tanpa sengaja melihat pembantunya polos tanpa busana, otaknya jadi tak waras. Bayangan tubuh Hana menghantui hari-harinya.
 
Apakah Hana akan menerima lamaran Juan?
 
- - - - - - - - -

Rohana, seorang gadis desa yang masih polos, memilih untuk melanjutkan kuliah farmasi di Jakarta. Menyenangkan? Tentu saja. Bagi seorang gadis desa, pergi ke Ibukota udah merupakan sesuatu hal yang mewah. Gimana dengan tempat tinggalnya? Dia bekerja menjadi seorang pembantu di tempat manjikan Saroh, Budhenya. Hana tentu saja senang. Siapa sih yang nggak seneng, udah dapet tempat tinggal, makan gratis, tidur di tempat yang nyaman, dapat gaji pula. Udah kayak kejatuhan durian runtuh!
"Mas Juan tahu ndak sih, kata Buk e laki-laki dan perempuan ndak boleh pelukan lama. Bisa hamil nanti!" P. 90
Juan, laki-laki yang bisa dikatakan sudah matang. Umur tiga puluh tahun sudah termasuk usia matang kan? Sayangnya, dia memilih untuk tidak menikah setelah kejadian di masa lalu yang membuatnya kecewa. Hal ini tentu saja membuat kedua orang tua serta kakaknya bingung. Apalagi Juan adalah anak laki-laki. Juan sendiri juga menolak keras untuk dijodohkan. Sudah berapa kali cewek-cewek yang disodorkan mamanya selalu ditolak.

Pertemuan pertamanya dengan Rohana, bisa dibilang biasa saja, malah Juan cukup kaget dengan kemampuan Hana yang serba bisa, cepet belajar, dan masakannya enak banget! Tapi gimana kalo hal itu bisa bikin Juan jatuh cinta? Apalagi pas dia nggak sengaja lihat badan Hana. Hmm.. Juan tipikal cowok nakal ya kayaknya.


R E V I E W

Selama membaca ini, jujur aja aku tuh dibawa ketawa terus. Ketawa sama kelakuannya Hana yang polos banget! Ya ampun. Sesuai dengan potongan quote yang aku taruh di atas, itulah Hana, si gadis desa yang masih polos banget.

Pertemuan mereka, menurutku biasa kok. Nggak ada yang spesial. Tapi menurutku, si Hana ini anak yang gercep dan serba bisa lho. Udah gitu dia cepet belajar, suka banget aku sama Hana. Dan dia bukan tipe penggoda meskipun tau dia cuma berdua sama Juan. Sopan banget anaknya. Sementara Juan, aku kira dia bakalan jadi cowok berengsek yang ngambil kesempatan dalam kesempitan, tapi ternyata enggak juga. Dia menghargai Hana, dan juga prinsip yang dipegang sama Hana. Ya ampun, cowok kayak begini langka banget.

Konflik di sini juga cukup menarik sih. Nggak cuma tentang kehidupan percintaan Hana-Juan aja, tapi juga tentang harta dan tahta. Tau sendiri kan gimana kalau masalah harta dan tahta orang bisa gila dan buas? Yep! Sama kayak yang di sini. Demi sebuah harta dan tahta, semua cara akan dihalalkan. Ini juga yang dialami ibunya Juan. Demi sebuah tahta, makanya Juan disuruh cepetan menikah.

Yang aku suka tuh, caranya Juan mainin peranannya dia! Gilaaa.. Pas di akhir cerita, aku ngrasa Juan tuh keren bangettt.. Caranya dia ngomong, beberin fakta dan memenangkan pertandingannya keren sekali!

Friday, April 16, 2021

[Review] Triyin' to be Loved

 
 

Judul : Tryin' to be Loved

Penulis : Chammels

Penerbit : Kata Depan

Tebal : 286 Halaman

"Enggak ada salahnya sekali-sekali kita jadi egois. Enggak baik juga kalau selamanya menahan diri. Lo tau, nggak? Hidup ini tuh tentang kita, bukan mereka. Kalau kita nggak bahagia, buat apa?"

 
B L U R B
 
Ada lima tahapan untuk jatuh cinta.
 
Pertama, kamu harus bertemu dengan orang yang tepat. edua, kamu akan merasakan bagaimana jantungmu berdegup kencang atau wajahmu yang perlahan memanas saat bersama dia. Ketiga, kamu mulai menyangkal perasaan sukamu yang terasa terlalu cepat. Keempat, kamu menerima kalau kamu mencintainya. Kelima, perjalanan cinta tak selalu indah hingga kamu harus tahu, bagaimana caranya untuk melepaskan.

Bagi Gemma, hidup itu berat. Gemma memaksa dirinya untuk menjadi gadis yang bisa dicintai semua orang. Sayangnya, pandangan dari orang lain bukan hal yang mudah untuk dikendalikan.

Bagi Redza, pandangan orang lain itu tidak penting. Redza hidup untuk dirinya sendiri. Namun, orangtuanya tidak pernah menyukai jalan hidup pilihannya.
 
Dipertemukan secara tidak sengaja membuat mereka lambat laun sadar kalau sebenarnya mereka saling membutuhkan satu sama lain. Hanya saja, tidak pernah ada yang tahu, kalau memang Gemma dan Redza sudah bertemu, apakah mereka benar-benar bisa bersatu?
 
- - - - - - - - - -

Gemma Larasati, gadis kecil yang hidupnya nggak baik-baik aja. Memiliki kanker yang sudah cukup mengganggunya, belum lagi orang tua yang tidak begitu peduli terhadapnya. Bagaimana dengan teman? Gemma memang baik, sangat baik malah, tapi hal inilah yang membuatnya sering dimanfaatkan oleh orang-orang di sekitarnya. Tak terkecuali orang tuanya. Menyebalkan ya?
"Kalau nanti... Redza udah lama nggak ketemu Gemma, Redza bakal lupa juga sama Gemma? Kalau nanti Redza beda pendapat sama Gemma, apa Redza bakal benci sama Gemma?" P. 93
Redza, cowok yang memiliki tujuan hidup yang cukup jelas, sayangnya nggak direstui orang tuanya. Orang tuanya menyuruhnya untuk mengikuti jejak ayahnya menjadi seorang politikus. Apakah Redza mau? Tentu aja enggak! Yang Redza mau ya mengikuti passionnya, menjadi seniman. Bukan politik seperti ayahnya, apalagi, seperti yang kita tahu, bahwa dunia politik tuh busuk banget.

Pertemuan pertama mereka, cukup menegangkan dan unik. Bahkan bisa dibilang lucu dan nekad! Pertemuan kedua mereka tetap memorable malah menurutku. Apa bisa ya seorang Redza yang kepala batu ini diubah oleh cintanya Gemma yang lembut?


R E V I E W

Ah, pertama kali membaca Gemma ini cukup membingungkan. Karena kayak nggak dibedakan gitu masa lalu sama masa sekarangnya. Dibedain sih sebenernya di bagian judul bab, tapi nggak diberi tau signifikannya di bab berikutnya tahun berapa. Nggak begitu mengganggu kok, karena setelah membaca bab berikutnya, aku sudah bisa menikmati ceritanya.

Selama membaca ini, aku bener-bener hanyut sama kebaikannya Gemma. Ya ampun! Aku juga gemes sendiri sih sama Gemma. Produk terlalu baik! Padahal kalau dia mau egois sedikit untuk dirinya sendiri juga nggak papa lho. Nggak ada yang ngelarang, nggak ada yang marah juga. Herannya dia malah baik ke semua orang, alesannya karena takut kehilangan. Memang sih, aku nggak bisa juga nyuruh Gemma untuk memilih teman yang baik, karena semua orang takut kehilangan kan? Apalagi Gemma sendiri memang udah terbiasa dicampakin. Ya udah nggak papa. Pahalanya Gemma pasti banyak sekali.

Yang aku salut sama Redza malah. Dia ini hebatnya ya, berani memilih passionnya. Meskipun itu berarti dia harus mengorbankan semuanya. Dia kecewa? Di awal mungkin iya, tapi lama kelamaan, dia juga enjoy kok. Selain itu, aku suka sama sikap dewasanya dia, cara dia memandang hidup dan bagaimana seharusnya menjadi diri sendiri. Nggak menggurui, tapi dia juga banyak memberikan nasehat secara nggak langsung untuk, "Yuk, pilih temen yang baik, biar mental juga baik."

Pas kelar baca ini, meskipun aku nangis, aku puas banget sama endingnya. Nggak salah memang salah satu pembaca yang bilang bahwa ini adalah cerita happy ending, aku seratus persen percaya! Penasaran sama bukunya? Lebih baik langsung pesan bukunya aja deh. Karena emang beneran sebagus itu sih. Hihi..


Q U O T A B L E

"Gem, tau nggak sih. Orang tua sama anak itu, keduanya sama-sama manusia. Kamu bisa punya raganya, tapi kamu nggak bisa miliki jiwanya. Kamu bisa jaga pakaiannya, tapi kamu nggak bisa ganggu ideologinya. Kamu bisa punya genetik yang sama, tapi kamu nggak bisa menyamakan ego sama mereka. Karena, pada dasarnya kita punya pandangan dan prioritas masing-masing tentang hidup." P. 93

Tuesday, April 13, 2021

[Review] Happy Ending Machine

 
 

Judul : Happy Ending Machine

Penulis : Adelina Ayu

Penerbit : Bhuana Sastra

Tebal :  316 Halaman

"Terkadang, jujur kepada diri sendiri kalau kita sedang bersedih adalah cara yang ampuh untuk membuat kesedihan sendiri itu pergi. Kalau kita nggak mengizinkan diri sendiri untuk merasakan kesedihan tersebut, selamanya sedih itu nggak akan pernah meninggalkan kita."


B L U R B

Kenapa cinta harus menjadi syarat "akhir bahagia" untuk seseorang?

Bagi Shailendra, cintanya hanya akan menyakiti. Jika akhir bahagia adalah sesuatu yang harus ia relakan, ia akan melepasnya meski dengan berat hati. Sampai kemudian, Candrarupa datang ke kehidupannya, menjadi cermain atas keinginannya selama ini.

Pertemuan mereka adalah takdir, tetapi apakah kebersamaannya mereka benar-benar membahagiakan keduanya? Atau justru mereka harus menempuh jalan masing-masing demi akhir yang bahagia.

- - - - - - - - -

Mari berkenalan dengan Shailendra, seringnya sih dipanggil Shaien atau Ien. Cowok pendiam, ganteng, anak pasangan dokter. Apakah dia menjadi dokter juga? Enggak. Dia memilih jurusan arsitektur. Cukup melenceng jauh ya? Tapi nggak papa, what's Shaien wants, Shaien gets. Shaien sudah terbiasa hidup sendiri, apalagi dengan orang tuanya yang berprofesi dokter pasti membuat dia sering ditinggal-tinggal. Hal ini juga nggak menyulitkan dia kok. Cuma Shaien ini orang yang terlalu baik aja. Nggak gampang buat dia menolak permintaan orang lain, meskipun itu berujung menyusahkan dia.
"Kedengarannya ngarang banget, sih. Tapi kalau nggak mikir begitu, hidup kita nanti isinya negatif melulu. Padahal kan, there are shards of beauty in darkness if you look for them." P. 71
Candrarupa, cewek nyentrik yang sering kali dikira cowok karena namanya. Memiliki kehidupan yang cukup sibuk dan cukup ekstrem karena hobinya. Iyep, Andra—panggilan Candrarupa—punya hobi yang cukup aneh, memakan hewan-hewanan misalnya. Aneh kan? Bahkan dia juga pernah membawakan untuk Zio, sahabat Shaien, sampai Zio jadi mencak-mencak. Di balik semua itu, ternyata Andra adalah anak pemilik rumah makan langganan keluarga Shaien! Ya ampun, dunia memang sempit sekali.

Tapi, bagaimana kalau kedekatan mereka ini membuat mereka sendiri nyaman terhadap satu sama lain? Akankah mereka akan bahagia? Atau malah akan tersakiti? Kenapa malah menyakiti ya?


R E V I E W

"Jangan berekspektasi tinggi sama bukunya ya kak." Aku inget banget, ini pesen dari pemberi giveawaynya. Jujur aja aku cukup heran, kenapa ya kok nggak boleh berekspektasi tinggi? Karena ini novel keduanya kak Adelina, dan aku belum pernah baca yang pertama, mungkin lebih membantuku untuk tidak berekspektasi.

Buku ini diceritakan dari POV Andra dan Shaien. Bagaimana kehidupan Shaien yang tenang, nggak ada gangguan hidup yang berarti, yaaaaahh.. kayak pemikiran kita sebagai orang biasa ngeliat orang kaya lah. Pasti mereka enak, ini itu, apalagi Shaien anak tunggal. Enaknya pasti double. Perlahan-lahan, kita juga diajak untuk mengetahui bagaimana sosok Andra, anak ketiga dari empat bersaudara, memiliki usaha, sibuk membantu ayahnya karena ayahnya cukup perhitungan untuk menambahkan karyawan lain. Hidup yang mungkin menyenangkan untuk orang lain. Tapi memang rumput tetangga selalu lebih hijau kan?

Ternyata, Shaien yang dibilang enak ini juga menyimpan satu rahasia. Rahasia yang cukup besar, yang kalau ketauan mungkin bikin gempar semuanya. Rusak sudah image baik yang menempel sama dia. Berat banget rasanya jadi Shaien. Kok aku bisa bilang begitu? Iya, aku punya temen yang sama kayak Shaien, beban banget hidupnya sebelum dia bisa berbagi rahasia itu sama aku dan satu temenku lagi.

Yang aku suka di sini tuh semangatnya Andra. Meskipun dia ngeluh, tapi dia juga melihat kehidupan dari sisi lainnya. Kalo versi Andra sih namanya beauty filter. Membantu kita supaya mikir dari sisi lain, biar hidup nggak negthink terusss.. Hahaha.. 

Overall, aku suka sama novelnya. Cara kak Adelina membawa masalah Shaien, keunikan Andra, dan tempat-tempat tersembunyi di Glodok, Gang Gloria dan juga Mangga Besar. Risetnya pasti gila-gilaan banget ini. Baca novel ini menurutku lebih banyak melihat kehidupan. Nggak selamanya sesuai sama yang kita mau, nggak selamanya apa yang kita rencanakan bakalan kejadian, bisa aja plan yang udah ditata sebelumnya bakalan berantakan. Tapi toh hidup harus tetep jalan kan?


Q U O T A B L E

"Kalau itu sih gue nggak tahu. Tapi, Ndra, lo nggak disiapin utnuk ketemu gue doang. Lo disiapin untuk jadi lebih baik saat ketemu setiap orang. Siapa tahu kan selain gue, ada orang yang sering silang jalan sama lo, tai lo baru akan kenalan sama dia bertahun-tahun lagi, karena kalian berdua lagi disiapkan untuk jadi pribadi yang lebih matang saat bertemu nanti." P. 93

"Karena kalau udah dijalanin, nggak ada hal yang semenakutkan itu. Tiap kali gue habis melakukan sesuatu yang sebenarnya sulit, gue pasti mikir, hmmm ternyata nggak semenakutkan itu, ya? Justru kalau gue ragu-ragu dan nggak jadi mencoba sesuatu, gue jadi nyesel Ien. Makanya, kalau ada kesempatan atau masalah apa, coba dijalanin aja. Tabrak aja. Pada akhirnya semu pasti bakal baik-baik aja." P. 105

"Terkadang, jujur kepada diri sendiri kalau kita sedang bersedih adalah cara yang ampuh untuk membuat kesedihan sendiri itu pergi. Kalau kita nggak mengizinkan diri sendrii untuk merasakan kesedihan tersebut, selamanya sedih itu nggak akan pernah meninggalkan kita." P. 129

"Nggak selamanya cobaan itu bentuknya selalu buruk dan hal baik itu bentuknya selalu baik. Mungkin lo menganggap apa yang lo alami sekarang itu cobaan, tapi nggak ada yang tahu kan kalau aja hal ini... penurunan Samsara dan lo yang lagi sedih seakarang adalah pertanda baik yang akan membawa lo ke hal yang lebih baik lagi? Dan lo nggak akan tahu apa itu benar atau nggak, kalau lo nggak maju terus ke depan, Ndra." P. 131

"Kadang seseorang butuh waktu lebih untuk menerima hal ini, Ien. So don't jugde her too quickly. Don't feel hurt too quickly. She'll come around. Dan semuanya akan baik-baik saja." P. 185

"Kalau marah ya marah. Sedih ya sedih. Jangan semuanya lo anggap nggak apa-apa. Nggak sehat kayak gitu, Ien." P. 192

"Seksualitas lo hanya sebagian kecil dari lo, bukan diri lo yang sesungguhnya. And why the heck people have to hate what they don't understand, sih? Mereka tuh nggak ngerti caranya memanusiakan manusia, apa?" P. 209

Sunday, April 11, 2021

[Review] Out of Wedlock

 
 

Judul : Out of Wedlock

Penulis : Dadodado

Tebal : 287 Halaman

"Kita sebagai orang tua bertugas mendukungnya dan menjadi tempat dia pulang ketika dia merasa keputusan itu salah."
 
B L U R B
 
Ditinggalkan merupakan hal yang biasa terjadi bagi Selaras Nada. Hal itu sudah terjadi semenjak ia lahir. Ditinggalkan orang tuanya di depan pintu panti asuhan hingga yang terbaru di tinggalkan cinta pertamanya untuk mengejar mimpinya.

Sementara, wanita itu harus mengubur semua mimpinya ketika nyawa lain yang hidup dalam dirinya. Tidak apa, dia sudah terbiasa sendiri. Tapi, siapa sangka ia bertemu lagi dengan pria itu dan kali ini ia berusaha untuk menyembunyikan rahasia yang ia simpan selama bertahun-tahun.

- - - - - - - - -

Selaras Nada, nama yang cukup bagus. Sayangnya hal ini tidak membuatnya memiliki nasib yang bagus. Sejak bayi, dia sudah ditinggalkan di depan pintu asuhan, tapi hal ini tidak membuatnya menutup diri. Dia pribadi yang baik, bukan pendendam juga. Entah garis nasibnya yang buruk, atau dia hanya apes, tapi kali ini dia ditinggal untuk yang kedua kalinya. Tapi sama cowok yang disukai sama dia. Aduh, nyesek banget deh kalo begini.
"Mengharapkan kebahagiaan dari kamu? Kamu saja tidak dapat membuat dirimu bahagia, Saka." P. 34
Saka, seorang cowok yang hanya memikirkan impiannya. Menjadi orang yang akhirnya dibanggakan kakeknya. Apalagi orang tuanya sudah meninggal, dia jadi harus memenuhi keinginan kakeknya. Menyenangkan? Tentu aja enggak. Dia malah banyak mengorbankan dirinya sendiri, tapi dia juga punya saudara sepenanggungan, Dave. Tapi kenapa Dave kayaknya hidup lebih bahagia ya?

Pertemuan Lara dan Saka lima belaas tahun kemudian sepertinya memang sudah ditentukan semesta. Lara tentu juga kaget. Dari sekian banyak kantor, kenapa harus kantor tempatnya bekerja. Memangnya nggak ada kantor lain ya? Bagaimana ya kalau Saka sudah menyelidiki dan menemukan rahasia yang sudah disimpan Lara selama ini?


R E V I E W

Kali kedua membaca karya kak Dadodado, dan it feels good! Kali ini mengambil tema hamil di luar menikah. Temanya memang mainstream banget ya kelihatannya? Tapi aku suka cara kak Dado menceritakan kehidupan Lara. Apa ya? Membuat kita tuh mikir banget sebelum judging ke orang lain, emang apa sih alasan dia melakukan hal itu? Terus nggak gampang ngait-ngaitin masa lalu orang sama kelakuannya sekarang. Apalagi Lara kan anak yatim piatu, pasti ada aja tuh masalahnya, apalagi punya anak di luar nikah. Double trouble banget.

Tokoh yang aku paling suka banget di sini adalah Mahesa. Yep. Anaknya Lara ini sayang sekali sama ibunya, menjaga ibunya udah kayak jagain barang antik, meskipun hal ini juga nggak lepas dari peranan Lara yang mendidik dia. Tapi aku suka banget sih. Susah banget sih kalo liat cowok yang ngejaga ibunya bener-bener ini. Kalau Lara, aku salut sih dia mau kerja apa pun untuk Mahesa. Ya mungkin karena yang dipunya cuma Mahesa, ya tentu aja bakalan berjuang mati-matian kan?

Saka di sini malah membuatku kaget loh. Aku kira dia cuma tipikal cowok-cowok kaya yang suka mainin perempuan, gonta-ganti pasangan seenak jidatnya. Ternyata ada juga yang melatarbelakangi dia untuk melakukan hal itu. Dan yang bikin jengkel tentu aja kakeknya. Haha.. Emang orang tua itu kadang suka bilang bahwa apa yang dibilang bagus buat masa depan mereka dan segala macem, padahal ya belum tentu. Sifat kakeknya lebih ngeselin lagi.

Overall, aku suka sama cerita ini. Nggak terlalu fokus sama romansanya aja, tapi juga pelajaran moralnya. Hubungan ibu dan anak juga aku suka sekali.

Friday, April 9, 2021

[Review] Jejak di Benak

 

Judul : Jejak di Benak

Penulis : Faradita

Penerbit : Clover

Tebal : 132 Halaman

"Bukankah cinta bisa disebut cinta, jika ada dua orang saling berbagi di dalamnya?"

 
B L U R B
 
Bagaimana rasanya tentang mengagumi dalam diam, mencintai tanpa berani mengungkapkan, berdiri begitu dekat namun tak pernah berhasil mengalahkan ketakutan?
 
Kamu tidak sendirian.
 
Aku akan mendengarkan.
 
- - - - - - - - - -
 
Karena berisi puisi yang dikumpulkan menjadi cerita, aku bakalan langsung review secara keseluruhan aja ya. Jadi, menceritakan tentang 'aku' yang mencintai seseorang dalam diam, seseorang yang cukup dekat dengannya, seseorang yang bahkan kadang takut dia temui. Tidak hanya menjelaskan tentang perasaan yang dia suka, tapi juga menjelaskan bagaimana seharusnya jatuh cinta, bagaimana cinta yang benar, dan bagaimana rasanya patah hati.

Jujur aja, pas baca buku ini tuh rasanya quotable semua! Mewakili orang-orang yang patah hati banget. Kak Fara bener-bener deh ya, bisaan banget kalo bikin puisi. Oh iya, buat kalian yang berpikiran ini tuh cuma buku puisi, mendingan kalian hilangin pikiran kayak gitu deh. Karena bukunya ini tuh kayak potongan puisi yang membentuk cerita. Menarik sekali. Bukan puisi biasa sih menurutku.

Membaca ceritanya, aku ngerasa kayak ikutan nyesek bareng sama 'aku'. Karena diambil dari sudut pandang 'aku'. Diksi yang dipakai juga nggak yang lebai atau bikin pusing. Pas gitu. Saranku sih, baca ini jangan pas lagi galau-galaunya. Karena bakalan tambah galau! Mending bacanya pas udah tenang, udah ikhlas, biar nggak makin terbawa. Hihi..

Sunday, April 4, 2021

[Review] Same Campus with Wife

 

Judul : Same Campus With Wife

Penulis : Farah Vida Karina

Penerbit : Clover

Tebal : 336 Halaman

"Seorang wanita berkelas tidak harus mempertahankan egonya demi menjaga harga dirinya agar tidak jatuh."

 
B L U R B
 
Aksa dan Fau merahasiakan "status" pernikahan, sehingga tidak ada yang tahu bahwa mereka adalah pasangan suami istri di usia muda.
 
Tapi ternyata, tidak mudah menjalani backstreet di kampus.
 
Tika, mahasiswi paling cantik, secara terang-terangan menyukai Aksa. Selain itu, Tariq, asisten dosen yang terkenal di kampus juga jatuh cinta pada Fau. Gara-gara hal itu, Aksa dan Fau harus mengubah strategi mereka.
 
- - - - - - - -
 
Fauziah, seorang gadis yang membantu menyelamatkan usaha orang tuanya dengan cara menikah dengan seorang laki-laki yang bisa dibilang irit ngomong, apalagi senyum. Aksa. Rasa-rasanya, kalau Aksa senyum tuh kudu bayar mahal banget. Padahal ya enggak, memang dasar dianya aja yang pelit. Mana anaknya pendiem lagi. Meskipun gitu, dia cowok yang menghormati cewek banget loh.
"Lagi-lagi kasus kayak gini. Emang nggak pernah selesai-selesai ekspedisi godaan dari setan." P. 75
Aksa, si cowok yang supercool. Ngomong seperlunya, senyum seperlunya, tapi kadang kelakuannya bisa ngeselin banget. Tapi dia menghargai perempuan banget, mau dia cuma temen sekalipun, perlakuannya Aksa ini tetep baik. Tapi sayangnya, hal ini malah dilihat sebagai kesempatan untuk Tika, si cewek cantik yang getol banget ngedeketin Aksa, mana mereka juga satu kelompok kerja! Duh, makin jadi deh capernya.

Di sisi lain, Tariq, asisten dosen yang juga kakak sahabatnya Fau, keliatan banget berusaha ngedeketin Fau, gimana ya? Mereka bakalan ngebuka identitas mereka yang udah menikah nggak ya?


R E V I E W

Cerita tentang perjodohan.Weits! Jangan mikir kalo ini bakalan klasik ya. Bukan tentang perjodohan yang keduanya nolak terus mereka berusaha untuk menjauh dan cari ulah. Tenang-tenang, malahan cerita ini menurutku menyenangkan banget loh! Jauhkan dulu pokoknya pemikiran bahwa perjodohan ini isinya pemaksaan semua.

Fau yang berisik, dan Aksa yang irit ngomong. Biasanya bakalan cocok kan? Iya memang cocok kok. Menurutku, mereka malah saling melengkapi loh. Aksa yang pinter, nggak neko-neko, baik, dan dia juga bukan tipe cowok yang suka seenaknya sendiri, dia mau banget turun tangan untuk bantu-bantu bersih-bersih rumah, cuci piring dan segala macemnya. Keren bangetlah. Salut sama cowok yang kayak gini. Sementara Fau ini juga cewek yang aku akui jempol. Walaupun nikah terpaksa, Fau juga menghormati Aksa sebagai suaminya. Nggak ada yang namanya tuh tidur sendiri-sendiri. Mereka berusaha untuk menyesuaikan diri satu sama lain.

Novel ini kayaknya masuk di drama rom-com ya seharusnya. Karena isinya nggak begitu berat, dan juga banyak interaksi lucu antara Aksa-Fau sama temen-temen mereka. Bagaimana mereka bingung sama perasaan mereka, bagaimana mereka akhirnya mengakui perasaan mereka masing-masing. Ah, belum lagi cemburu yang nggak boleh kelihatan karena mereka menyembunyikan statusnya. Seru banget. Hihi.. Oh iya, karena tokohnya lagi kuliah tentang arsitektur, di sini diselipkan juga mata kuliah dan beberapa bahasan tentang arsitek juga loh. Seru deh jadinya, bisa belajar jurusan lain secara nggak langsung.