Monday, February 28, 2022

[REVIEW] Suaka

 

Suaka

Zahnur Hapni

Diandra Creative

174 Halaman

"Karena Ibu tidak bisa datang, untuk itu Ayah yang harus datang."


B L U R B

Setelah meninggalkan militer, Caraka Kencana memutuskan membuka usaha kafe bersama sahabatnya, Fazwan Kalingga. Sembari mengurus anaknya yang masih kecil, Caraka amat menikmatinya.
Varsha Zanita tidak bisa meneruskan pernikahannya. Dia memilih tinggal sendiri dan menjadi seorang pengabdi untuk anak-anak SD. Awalnya ia merasa normal dan amat menikmaati kehidupan barunya setelah berkenalan dengan keluarga Arsa (anak didiknya). Beberapa bulan kemudian, mantan suaminya datang dan meminta kembali bersama.

- - - - - - - - -

Caraka Kencana, seorang ayah tunggal yang berusaha sebisa mungkin untuk membuat anak semata wayangnya, Arsa, bahagia. Walaupun tanpa sosok Ibu di sampingnya. Memiliki kafe kecil yang dibangun bersama dengan Fazwan Kalingga, seorang mantan militer yang sama sepertinya, membuat Caraka memiliki kesibukan lain selain membuat bahagia anaknya.
"Kalau setengah hati sebaiknya jangan. Itu hanya akan menyakiti hati kedua orang tua kita. Temuilah mereka saat kau benar-benar baik-baik saja dan dalam keadaan bahagia, aku pergi." P. 66
Hidup Varsha Zanita tidak bisa dibilang baik-baik saja, setelah memutuskan untuk tidak melanjutkan pernikahannya, dia memutuskan untuk pindah dari lingkungan yang dekat dengan mantan suaminya. Hubungannya dengan orang tuanya juga nggak begitu baik. Di awal aku sempat bertanya-tanya, kenapa ya kok hubungan dengan orang tuanya nggak baik? Apa karena dia melakukan kesalahan yang agak fatal dan membuat orang tuanya jadi males sama dia?

Kesibukan Varsha saat ini adalah menjadi seorang guru di sebuah sekolah dasar. Mungkin hal ini bisa saja dianggap remeh bagi orang yang mengenalnya, karena sebelumnya, Varsha adalah seseorang yang bisa dibilang punya posisi di sebuah perusahaan, dia juga sangat baik dan punya nilai bagus saat mengisi di posisi tersebut.

Semakin membaca ke bab-bab selanjutnya, aku cukup bertanya-tanya nih, karena yang dijelaskan cuma dari sisinya Caraka aja, di sisinya Varsha cuma disebar clue-clue kecil aja. Tapi, perlahan-lahan, kehidupan Varsha juga mulai dibuka, alasan kenapa dia tidak melanjutkan pernikahannya, kenapa dia agak sulit untuk didekati lawan jenis. Nggak cuma itu, di buku ini juga membahas KDRT. Yep, punya pasangan yang emosional itu nggak mudah, aku paham. Memutuskan untuk keluar dari hubungan yang toxic pun aku sangat paham. Jadi aku juga sangat menghormati keputusan pasangan di sini.
 
Membahas karakternya, entah kenapa aku suka sekali dengan Caraka. Meskipun dia orang tua tunggal, nggak menghambat dia untuk mengurus anaknya. Dia masih mengantarjemput Arsa lho. Bahkan masih ngecekin gimana keadaan Arsa, sekolahnya, teman-temannya, dan masih sempat untuk bacain cerita! Idaman banget nggak sih ini? Saluuttt banget sama Caraka. Selain itu, Caraka juga nggak gegabah dan kepoan. Meskipun dia tau ada yang salah dengan kehidupan Varsha, dia diem aja, ngebiarin sampai Varsha siap untuk cerita sendiri.

Jujur, aku masih merasa ada hal yang mengganjal yang belum terselesaikan. Muehehe.. Ada beberapa yang masih kurang sedikit lagi dijelaskan harusnya. Tapi nggak masalah juga dibiarkan menggantung begini. Aku juga suka dengan gaya menulisnya kak Zahnur, mengalir dan bisa kubilang bahkan nggak ada typo! Appreciate banget buat kak Zahnur.

No comments:

Post a Comment