Wednesday, February 12, 2020

[Review] A untuk Amanda, Punya Penyakit Mental, Salah Siapa?


Judul : A untuk Amanda

Penulis : Annisa Ihsani

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tebal :  263 Halaman

"Kau mengatakannya sendiri. Tidak ada yang bisa berhasil sepanjang waktu. Di sisi lain, tidak ada yang bisa gagal dalam segala hal. Setiap orang punya jatah kesuksesan dan kegagalan."


BLURB

Amanda punya satu masalah kecil: dia yakin bahwa dia tidak sepandai kesan yang ditampilkannya. Rapor yang semua berisi nilai A, dia yakini karena keberuntungan berpihak padanya. Tampaknya para guru hanya menanyakan pertanyaan yang kebetulan dia tahu jawabannya.

Namun tentunya, tidak mungkin ada orang yang bisa beruntung setiap saat, kan?

Setelah dipikir-pikir, sepertinya itu bukan masalah kecil. Apalagi mengingat hidupnya diisi dengan serangkaian perjanjian psikoterapi. Ketika pulang dengan resep antidepresan, Amanda tahu masalahnya lebih pelik daripada yang siap diakuinya.

Di tengah kerumitan dengan pacar, keluarga, dan sekolahnya, Amanda harus menerima bahwa dia tidak bisa mendapatkan nilai A untuk segalanya.

- - - - - - - - - 

Amanda, si anak penerima beasiswa di salah satu sekolah yang cukup ternama di kotanya. Selama ini, dia selalu menjawab setiap pertanyaan dari gurunya, yah, tipikal anak pintar yang ngeselin gitu. Amanda sendiri juga nggak punya temen yang bener-bener deket sama dia, kecuali Tommy, cowok yang bisa dibilang deket, karena mereka udah temenan sejak Amanda pindah ke kota ini.
"Tapi bagiku, depresi datang ketika segala hal dalam hidupku berjalan dengan sempurna." — P. 10
Entah kenapa, Amanda mulai berpikir lain tentang dirinya sendiri. Dia ngerasa kalau yang selama ini didapatkannya hanya karena keberuntungan. Semua nilai A-nya, semua jawaban-jawaban yang selalu dia ketahui saat gurunya bertanya, dia mulai merasa aneh. Akhirnya, hal ini mempengaruhinya dan pandangan terhadap orang lain dan juga pacarnya. Sedikit banyak dia mencari tahu apa yang dirasakannya saat ini, dan dia menemukan sebuah jawaban. Depresi. Meskipun ngerasa hal ini mungkin dialaminya, tapi Amanda berpikir untuk mencari bantuan dan berusaha menutupinya dari sekitarnya. Tapi apa Amanda bisa? Bagaimana kehidupannya selanjutnya? Mengingat depresinya kadang membuatnya menjadi orang yang malas menghadapi dunia luar juga melakukan apa pun.



Nyari buku ini setelah tau isinya cukup berbobot dan menarik di beberapa hal. Perjalanan nyari ini cukup lama juga sih. Sampe nitipin nomer ke penjaga bazaarnya Gramed segala. Eh, ketemunya malah sama temen sendiri.

Selama ngebaca novel ini tuh jujur aja berasa kayak jadi Amanda! Perasaan diaduk terus, dibawa naik turun ngikutin moodnya Amanda. Setelah ngebaca novel ini, rasanya capeeekkkk banget! Kayak habis diajak lari muterin lapangan berkali-kali.

Novel ini sebenernya cukup relate sama kita sih. Misalnya di sekolah Amanda, ada cewek yang cukup cantik, tapi pas dia ngejawab atau ngasih argumen ke guru, dia dianggep salah atau yaahh.. yang biasa kita tahu, kalo cewek yang pinter dandan dan cantik, kebanyakan 'kosong'. Padahal ya nggak semua. Ada yang memang 'kosong', ada yang memang mereka pinter juga.

Masalah mental yang dibahas juga cukup ngena. Suka banget sama respon mamanya Amanda, nggak memojokkan anaknya, nggak nyuruh anaknya melakukan hal yang biasanya diomongin sama orang. Yang kurang ke tempat ibadah lah, kurang berdoa dan segala macem lah. Karena menurutku, penyakit mental sendiri itu kan bukan sesuatu hal yang keliatan. Justru karena nggak keliatan ini, harus didalami dan nggak bisa seenteng bilang kurang berdoa dan segala macemnya. Ya tetep butuh psikolog atau psikiater. Rekomen banget sih ini, meskipun habis itu capek banget! Hahaha..


Quotable:
"... Kenapa para wanita begitu kejam terhadap satu sama lain? Cecilia mengatai Ibu gemuk. Cewek-cewek penggemar Tommy dulu menatapaku seolah aku terbuat dari lendir. Padahal bukankah feminisme bertujuan agar wanita bisa punya cita-cita yang lebih penting ketimbang rebutan cowok dan memiliki tubuh yang muat ke ukuran baju tertentu?" — P. 44

1 comment:

  1. Do this hack to drop 2 lbs of fat in 8 hours

    Well over 160000 women and men are losing weight with a simple and SECRET "water hack" to drop 2lbs each and every night in their sleep.

    It is effective and works all the time.

    Here's how you can do it yourself:

    1) Go get a drinking glass and fill it up with water half glass

    2) And then do this weight loss HACK

    and you'll be 2lbs lighter as soon as tomorrow!

    ReplyDelete