Thursday, June 22, 2017

Review Novel : Boy Toy


Judul : Boy Toy
Penulis : Alia Zalea
Penerbit : Gramedia
Tebal : 382 Halaman

 "Cewek yang dia cintai ada di sebelahnya dan sebagai laki-laki, merupakan tugasnya untuk memastikan masa depan mereka terjamin."

BLURB :

Ada tiga kata yang Lea yakin tidak akan pernah diasosiasikan dengan dirinya: BOYBAND, BRONDONG, dan ABG. Sampai dia bertemu Taran, personel boyband paling ngetop se-Indonesia, yang superbrondong.

Untuk pertama kalinya Lea memahami ungkapan “never say never”, terutama ketika Taran jelas-jelas mulai mengejarnya. Dan Lea, dosen bergelar Ph.D., tiba-tiba jadi seperti ABG yang ngefans berat pada brondong personel boyband


- - - - - 

Ini adalah novel terbaru kak Alea, yang aku nggak tau novelnya ke berapa. Hehehehe.. Aku emang ngikutin dia, cuma pas ngikutin baru akhir-akhir ini. Dan ini kayak aku lagi baca tentang 1D sih ahahhaa..

Jadi, semuanya berawal dari Lea dan Bel, sahabat Lea yang lagi nginep di salah satu hotel di Bali, yang which is ada Pentagon lagi ngadain acara di sana juga. Waktu di kamar yang mereka tempati, posisinya pas banget sama ke arah di mana Pentagon bakalan keluar. Nah, waktu itu, Bel sempet nunjukin beberapa personel Pentagon, terutama Pierre. Dan mata Lea tiba-tiba tertuju sama cowok yang berada di samping Pierre. Taran.


Saat Bel menggodanya, tentu aja Lea menepis. Dia dosen, yang udah punya gelas Ph.D, nggak mungkin jatuh cinta sama anak ABG dan boyband! Dan dia juga brondong! Not so ibu dosen deh. Tapi siapa sangka, kejadian besoknya, bikin mereka tambah deket. Tapi, semakin ke sini, Lea semakin takut. Apalagi dia pernah menjalani gagalnya suatu hubungan, yang berakhir mengenaskan. Lea merasa dirinya lah yang kurang dalam hubungan itu. 

Baca novel ini nyenengin. Karena selain novelnya ala anak muda banget, novel ini banyak juga gombalan receh dan sedikit vulgar. Di novel ini, kita juga banyak belajar, tentang pentingnya komunikasi dalam suatu hubungan. Karena, dalam suatu hubungan, kalo komunikasi aja nggak lancar, gimana cara supaya pesen kita tersampaiin? Atau kalo kita suka persepsiin semua dari sudut pandang yang kita terima, gimana cara kita bisa tau fakta yang ada?

Ditunggu Kak Alea, untuk novel-novel selanjutnya, dan semoga tetep kayak novel sebelumnya yang selalu bikin penasaran.

No comments:

Post a Comment