Saturday, June 10, 2017

Review Novel : Doriyaki


Judul : Doriyaki 'Jauh di Mata, Dekat di Hati'
Penulis : Andori Andriani
Penerbit : Bukune
Tebal : 144 Halaman

"Jangan pernah berhenti bermimpi karena ada seribu lebih jalan menuju impian kita."
Selamat datang di dunia Dori yang doyan makan nasi padang. Novel ini menceritakan kehidupan Dori dari jaman kecil masih hidup di Jepang. Mulai dari Dori yang masih TK sampe SD. Dan juga kehidupan keluarga Dori yang bisa dibilang nggak cocok buat anak sekecil Dori dan Tasya, adiknya. Iya, orang tuanya ribut hampir setiap hari. Bahkan sampe kadang nghancurin barang. Dan sebagai anak bisa apa? Ikut campur, pasti dibilang, anak kecil nggak boleh ikut campur. Sampai suatu ketika, Mamanya Dori memutuskan buat pindah ke Indonesia, berpikir kalau semuanya masih bisa diperbaiki. Tapi setelah beberapa tahun berjalanpun, hasilnya sama aja.

Dori yang masih SD terus survive, sampe pas jaman SMP, Dori mulai sakit-sakitan, mulai sering masuk ke rumah sakit. Dan yang paling menyakitkan, kedua orang tuanya cerai. Di titik inilah Dori berpikir bahwa dia harus berubah. Dia nggak boleh jatuh karena orang tuanya. Dengan bantuan teman-temannya, Dori bisa jadi Dori yang ceria.

Dori punya sebuah impian. Menjadi desainer baju di Jepang. Masih tetap Jepang impiannya. Mamanya melarang keras hal ini. Karena menurutnya, untuk mengurus dirinya sendiri di Indonesia saja, Dori masih keteteran, apalagi di negara orang. Awalnya Dori kesal dan jengkel. Tapi siapa sangka dia mulai berubah, agar mendapat restu untuk sekolah kembali di Jepang. Dan hal ini bisa didapatkannya!

- - - - -
Siapa sih yang nggak kenal sama Kak Dori? Awalnya dia eksis di ask.fm. Iya, akun yang bisa nanya-nanya nggak jelas itu. Nah, aku tau kak Dori ini, pas dia mau tunangan sama cowoknya. Gama. Dan sampe nemuin buku ini. Siapa yang nyangka kalo kehidupan kak Dori kayak gini? Padahal di Instagramnya dia, dia seneng-seneng. Bahagia. Tapi emang kita nggak tau sih ya masa lalu orang lain. Tapi yang jelas, moral yang bisa di ambil di sini, Kak Dori nggak nyerah buat cita-citanya jadi desainer. Dia bahkan berusaha keras buat dapetin segalanya. Sampe di titik yang sekarang.

No comments:

Post a Comment