Wednesday, January 31, 2018

[Review] Born From a Wish


Judul : Born From a Wish

Penulis : Mertha Sanjaya

Penerbit : Elex Media Komputindo

Tebal : 252 Halaman

"Dan dia tahu, walaupun pada akhirnya semua akan menemui akhir yang telah digariskan, bukan berarti kita harus menyerah begitu saja."


BLURB

Tim tidak tahu kalau ditinggal pergi Mama, perempuan yang paling disayanginya di dunia ini, akan membuat hidupnya sekarut-marut sekarang. Ia seperti keluar dari porosnya. Ia frustrasi karena pencariannya tidak juga membuahkan hasil. Lalu kemunculan sosok ayah yang amat dibencinya, alih-alih mengobati kesepiannya, malah semakin membuat dunianya jempalitan. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukan supaya hidupnya kembali normal. Setiap duka yang dijalaninya menyeretnya pada sosok gadis yang selalu membawa kartu tarot beserta ramalan sintingnya, sampai segurat senyuman di pipinya yang membuat Tim merasa tidak ingin kehilangan orang yang disayanginya untuk kedua kalinya.

Yang Angela pikirkan sewaktu ibu menghubunginya dari kampung adalah mencari seseorang yang akan bisa menyelamatkan hidupnya, bisa membantu membiayai kuliah dan mencukupi kehidupannya, hingga ia bertemu dengan lelaki bule yang membuat hidupnya nyaris terselamatkan. Menurut ramalan kartu tarotnya, ia akan menemukan kebahagiaan. Ramalan itu bisa dipercaya, karena sekarang ia bisa bernapas dengan lega berkat kehadiran lelaki bule tersebut. Hanya saja, ia mulai menyadari bahwa apa yang dilakukannya tidak benar. Ia tidak mampu membohongi nuraninya sendiri. Kebahagiaan yang tengah dirasakannya berada di atas penderitaan orang lain.

Orang lain yang perlahan-lahan mulai disayanginya.

- - - - - - -
Cerita ini dimulai dari Tim, yang sepulang kuliah tidak disambut mamanya seperti biasa. Memang, tidak setiap dia pulang kuliah disambut. Apalagi mengingat mamanya bekerja di hotel yang menggunakan shift. Tapi kenyataannya, mamanya tidak kembali, alias hilang. Bahkan dia sudah mencoba berbagai cara, mulai dari menyusuri pantai Sanur, sekitaran rumahnya, hingga melaporkan kehilangan pada pihak kepolisian. Tapi sampai saat ini, tidak ada hasilnya.
"Seburuk apa pun, dia tetap seorang ayah yang sudah pasti mencintai anaknya." - P. 61
Pertemuan Tim dengan Angela, kakak tingkatnya di kampus, Mr. Nathan dosennya di kampus dan juga Robert, ayah yang sangat dibencinya, tentu saja menjadi sebuah pertanyaan besar bagi Tim. Apalagi setelah menemui ayahnya yang berkali-kali menguntitnya. Bahkan dia merasa, semua ini janggal. Belum lagi, saat Robert mengatakan bahwa dia tau di mana letak keberadaan Lilik, alias ibu Tim. Makin nggak suka lah Tim dengan ayahnya.

Novel pertama kak Metha yang kubaca. Cukup menarik. Karena di dalemnya banyak banget konflik yang dipakai. Nggak cuma tentang keluarga dan percintaan aja. Tapi juga proses pencarian jati diri seorang anak yang sedang dalam keraguannya. Tim, menurutku anaknya cukup kooperatif, kalauu.. dia memang menginginkan sesuatu. Dia tipe pekerja keras. Tapi sayang banget, dia keras kepala. Yang aku sendiri sampe geleng kepala liatnya. Waktu Robert menjanjikan akan mempertemukan Lilik dengan Tim, Tim selalu memperrumit semuanya. Entah dengan alasan dia benci dengan Robert atau sederet alasan lainnya.

Untuk Angela, kurasa dia ini tipe anak yang bisa memanfaatkan situasi, dilihat dari bagaimana cara dia memanfaatkan diri saat Robert membutuhkan bantuannya. Kasarannya, aku bisa bilang dia matre. Hahaha.. Beneran, kesel abis kalo liat dia ini. Cewek tapi kayak nggak ada mahal-mahalnya sama sekali. Meskipun alasannya terhambat di ekonomi, tetep kalau aku, aku bakalan nyari segala cara supaya bisa dapet uang, tapi nggak bikin orang lain sedih.

Overall, aku suka sama novelnya. Best banget. Dan menurutku, ini cocok banget buat dibaca anak jaman now. Biar lebih menghargai orang yang disayanginya. Lebih memperhatikan sekitarnya.

Quotable :
"Anak adalah wujud nyata dari diri seseorang, Kita ini lahir dari sebuah harapan. Maka dari itu, aku yakin Mr. Robert nggak mau kamu berubah jadi seperti dirinya. Dia pasti ingin memperbaiki segalanya dan menjadikan kamu seseorang yang layak dibanggakan." - P. 61

"Namun ada cara paling mudah menuju kematian, yaitu ditinggal pergi oleh satu-satunya orang yang mencintaimu." - P. 88 to 89

"Ini bukan cinta, karena cinta tidak membuatmu kesakitan dan tertawa bahagia pada saat bersamaan. Yang cinta tahu hanyalah rasa sakit, seperti apa yang Robert lakukan pada Mama. Perasaan yang ada dalam hati Tim ini berbeda--ada perasaan merindukan, menginginkan, membutuhkan." - P. 106

"Persahabatan tidak ditentukan oleh gender apa pun. Persahabatan adalah saat kamu bisa menemukan begitu banyak kesamaan dalam diri orang lain, walaupun sebenarnya kalian adalah dua orang yang jauh berbeda." - P. 170

"Dari perubahan itu, seseorang akan mengalami suatu transformasi dan keluar sebagai orang baru." - P. 240

"You know, selalu ada hal baru untuk dicoba di dunia ini. Setelah sesuatu terjadi dan berakhir, pasti ada hal baru yang telah menanti. Setelah melewati berbagai kejadian, seseorang akan berkembang dan menjadi lebih tahan banting dari sebelumnya. Itulah yang dinamakan transformasi." - P. 247

No comments:

Post a Comment