Friday, October 4, 2019

[Review] Let's (Not) Falling In Love


Judul: Let's (Not) Falling In Love

Penulis : Idha Febriana

Penerbit : Grasindo

Tebal: 176 Halaman

"Kapalku telah bersandar, aku mampu mengendalikannya hingga tidak karam diterjang badai."


BLURB

Naras Prameswari sungguh sebal dengan pacar jarak jauhnya yang workaholic dan justru menyerahkan tanggung jawab menyiapkan pernikahan sahabat mereka pada orang lain. Kepada seorang fotografer pemalas bernama Samsir Hutomo.

Sementara menurut Samsir, bekerja bersama Naras tidak ada tantangannya. Naras terlalu kaku, perfeksionis, dan pemarah tingkat dewa. Hingga sebuah insiden membuat hubungan keduanya semakin kacau.

Samsir marah dan memblokir semua yang berhubungan dengan Naras. Namun, mengapa perhatian gadis itu justru membuat jantungnya bekerja lebih keras?

Padahal Samsir tahu perhatan Naras hanya untuk menebus rasa bersalah. Padahal dia juga tahu, Naras adalah kekasih sepupunya, yang tak boleh dia cintai.

- - - - - - - - -

Naras Prameswari seorang cewek yang sangat perfeksionis. Segalanya harus tepat sesuai rencananya. Meleset sih boleh, tapi nggak boleh jauh-jauh amat. Dalam artian sih, ya tetep aja harus sesuai rencananya dia. Kali ini, dia mau merancang dan mengurus pernikahan sahabat sekaligus kakaknya, karena kakaknya dan sahabatnya merupakan sepasang kekasih. Naras menyiapkan bener-bener dari 0. Mulai dari fotografer buat prewed sampe hari H. Awalnya, dia mengandalkan Rano, pacar jarak jauhnya. Sayangnya, Rano super sibuk! Udah dia di Jakarta, sibuk terus pulak! Makin kesel lah si Naras.
"Kayaknya aku harus berterima kasih pada Rano kali ini. Dia sudah mengirimkan orang yang tepat. Orang yang bisa membuat sahabatku hidup kembali." — P. 15
Samsir Hutomo, sepupu Rano sekaligus fotografer. Samsir adalah orang yang ditugaskan Rano untuk menggantikan dirinya sebagai fotografer di acara prewed sekaligus pernikahan Wanda-Artha. Bagi Samsir, hal ini tidak menjadi masalah besar. Apalagi mengingat hal ini adalah hal yang disukainya. Tapi masalahnya, dia tidak bisa menghadapi Naras. Naras dan Samsir seolah magnet yang berkutub sama. Saling tolak menolak! Gimana dong? Bahkan mereka sempat bertengkar hingga menimbulkan kecelakaan, yang kemudian membuat mereka berdua merenggang dan malas untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Tidak hanya bermasalah dengan Samsir, Naras juga sepertinya bermasalah dengan Rano. Ia merasa, sejak Rano pergi ke Jakarta, hubungan mereka sudah hambar. Rano super sibuk, jarang menghubunginya, dan belum lagi dia sempat melihat Rano di Surabaya saat Naras sedang bersama Wanda-Artha melakukan fitting. Semakin kacaulah Naras.


Novel super tipis, tapi aku suka! Menceritakan tentang pasangan LDR yang kompleks menurutku. LDR never easy guys! Banyak cobaannya. Mulai dari komunikasi lah, belum lagi kalo kangen nggak bisa ketemuan lah. Karena aku udah ngrasain, jadi aku share ke kalian. Biar kalian ada gambaran gitu sebelum ngejudge anak LDR :p

Nggak hanya menceritakan masalah LDR aja, novel ini juga menawarkan komedi. Beneran deh. Lucu banget. Apalagi interaksinya Naras-Samsir, suka bikin aku senyum-senyum sendiri. Soalnya mereka emang lucu, cara Samsir nolak Naras, cara Naras berusaha untuk minta maaf ke Samsir. Belum lagi, novel ini juga menceritakan sedikit tentang trauma yang dialami Naras sewaktu kecil. Aku nggak nyangka aja. Soalnya gini, anggepannya, novel ini tuh tipis banget loh. Tapi bisa sekompleks itu ya? Ngbahas dari hubungan sampe ke keluarga.

Quotable:
"Kamu akan selalu mengelak jika merasa bersalah. Semakin besar rasa bersalah itu, semakin sering pula kamu mengelak." — P.26

"Apa kangen sama seseorang itu sebuah kesalahan sampai kamu harus minta maaf?" — P. 76

"Kapal akan selalu pulang ke pelabuhan sejauh apa pun dia berlayar. Dia akan bersandar dan melepaskan semua bebannya di pelabuhan. Karena itulah aku suka main ke pelabuhan. Aku pengin jadi pelabuhan, tempat pulang buat orang yang kucintai." — P. 93  

No comments:

Post a Comment