Monday, May 11, 2020

[Review] #BerhentidiKamu


Judul : #BerhentidiKamu

Penulis : dr. Gia Pratama

Penerbit : Mizan Publishing

Tebal : 284 Halaman

"Jodoh itu bukanlah yang datang dengan segala kelebihannya, tapi yang tidak pergi dengan segala kekurangan kita."


BLURB

“Tuhan, semoga Engkau setuju bahwa saya sudah cukup usia
untuk mengemban tanggung jawab lebih.
Bukan hanya tanggung jawab kepada diri saya saja,
tapi juga kepada seseorang yang Engkau percayai kepada saya hatinya ... 
entah siapa dia. 
Berikan petunjuk kepada siapa hati ini harus menjaga .... 
Saya siap menjaganya ... dia yang entah ada di mana saat ini,  
yang akan kau titipkan untuk menjadi istri saya ....”


Aku sempat menjadi manusia yang kecewa dengan takdir.
Tentang sesuatu yang kuinginkan, tentang dia yang selama ini memenuhi relung hati.
Kepergiannya menghancurkan semua harapan.

Tapi, dunia berputar dengan cepat saat aku sadar,
jika menerima takdir ini adalah hal yang paling benar.
Dan saat itu pula aku menemukan ketenangan jiwa,
poros yang sebenarnya Tuhan telah gariskan untukku.
Rasa sakit yang harus kudapatkan, menempa hati menjadi pemilik hak cintanya.

Dan saat itu juga aku dipertemukan dengan belahan jiwa yang sesungguhnya.


- - - - - - - - - -

Menceritakan tentang dokter Gia, seorang dokter yang lagi agak galau karena belum juga punya pasangan. Emang pasangan ini tuh sesuatu yang apa ya? Agak susah-susah gampang buat dapetinnya kan? Ada yang udah pacaran lama, kayak cicilan rumah, tapi ternyata nggak jadi sampe ke jenjang berikutnya. Sering banget kan yang kayak begitu?

Di novel ini, dokter Gia menceritakan gimana sih perjalanan dia untuk menemukan the one, apa aja rintangannya, dan juga berbagi hal lucu yang dialaminya selama menjadi dokter.


Aku dulu tuh beli ini karena kepo sama cerita dokter Gia yang lewat di timeline Twitterku. Karena ada cuplikan yang lucu, aku jadi penasaran, buku ini tuh tentang apa. Aku kira, ini tuh cuma kayak cerita-cerita pasiennya aja, tapi ternyata ini cerita tentang dokter Gia sendiri! Menarik banget. Apalagi gaya berceritanya itu nggak bikin bosen. Nggak cuma ngebahas tentang galau-galaunya aja, tapi juga tentang hidup. Sedikit-banyak, dokter Gia nyelipin penyemangat untuk ngelewatin hambatan yang dirasain, yang yaaahh.. kita juga pasti pernah ngrasain hal itu.

Karena diceritakan dari sisinya dokter Gia, jadi ya sudut pandangnya dari beliau aja. Aku cukup suka sih, karena menurutku, cowok itu kurang bisa mengeskpresikan perasaannya gimana, tapi dokter Gia tuh bisa! Padahal, beliau bukan penulis. Jadi suka banget.

No comments:

Post a Comment