Saturday, October 31, 2020

[Review] Madam Sri

 

Judul : Madam Sri

Penulis : Mooseboo

Penerbit : Ayna

Tebal : 288 Halaman

"Jodoh itu seperti bersin. Tak bisa di-summon kapan akan datang. Bahkan di saat kamu melepas semuanya sampai terkesan melupakan, justru makhluk itu akan datang."

 
B L U R B
 
Kabur dan kemudian bertemu dengan lelaki itu di negara lain, bukan takdir yang dia minta. Karena ditinggalkan lelakinya beberapa bulan sebelum pernikahan membuat Srikandi Attaya Saraswati—perempuan berumur 28 tahun, galak, semaunya, dan selalu skpetis itu—sudah menyerah akan pasangan hidup.

Sekilas, kisahnya terlihat biasa.

Namun, terasa salah sebab lelaki itu delapan tahun lebih muda dari Atta, meskipun pemikiran uniknya selalu membuat Atta takjub.

Terlebih, ada teman lama yang menunggu Atta dan juga menawarkan rasa nyaman yang sama. Yang barang tentu lebih mapan dan dewasa.

Lantas apa makna rasa nyaman yang sebenarnya bagi Atta?

Dan menurut kamu, apa itu rasa nyaman? Apakah standar nyaman yang lingkungan tawarkan sesuai dengan hatimu?

- - -

"Aku mau kenal kamu lebih dekat. Lagipula kita kan udah kenal dari dulu. Gimana dengan kamu?"
— Lingga Halim Martadinata —
 
"Kalau gue boleh jujur, Mbak jauh lebih cantik. Apalagi kalau ketawa kaya tadi."
— Awan Nalapraya Sabeni —
 
- - - - - - - - - -
 
Srikandi Atta Saraswati, panggil dia Atta, jangan gunakan nama depannya, dia benci banget. Dilihat dari penampakannya, Atta terlihat seperti perempuan pada umumnya, tapi ternyata dia galak, kalo udah begitu, matanya kayak bisa ngeluarin laser. Jangan macem-macem deh pokoknya. Atta sebenarnya bukan tipe orang yang bakalan ngambil keputusan gila, tapi entah kenapa, kali ini dia mengambil keputusan gila, mungkin untuk yang pertama kalinya. Dia nekad pergi ke Kuala Lumpur, tanpa memberitahu siapa-siapa, termasuk sahabatnya.
"Cowok itu goal-oriented. Sekalinya tetapin tujuan, pasti bakal dia kejar sampai dapat. Kalau dia lepas Mbak gitu aja, berarti memang selama ini dia enggak pernah serius sama Mbak." P. 40 to 41
Awan Nalapraya Sabeni, cowok yang sering kena apesnya Atta dibeberapa pertemuan awal mereka. Awan menerima penawaran Atta untuk menjadi tour guidenya selama Atta di Kuala Lumpur. Selama beberapa hari mereka berjalan menghabiskan waktu, Awan mulai banyak mengenal Atta, meskipun hanya dari luarnya saja. Bagi Awan, Atta adalah cewek yang menarik, berpendirian kuat, dan sebenernya dia pribadi yang menyenangkan. Entah apa yang membuatnya berubah menjadi sosok yang cukup menyebalkan ini.

Pertemuan mereka selanjutnya, malah terjadi di kantor Atta, Awan tetap menjadi Awan yang kadang resek, jail, nyebelin, dan Atta tetap menjadi 'monster' seperti biasanya. Tapi, pernah denger kan, witing tresno jalaran seko kulina? Gimana kalo Awan mendadak suka sama Atta, cewek yang jelas-jelas lebih tua darinya? Gimana kalo saingan Awan ternyata cowok seumuran Atta yang udah mapan dan siap untuk menemani Atta?


R E V I E W

Kedua kalinya ini aku baca novelnya kak Mooseboo. Di bagian awal, aku sempet bingung dan agak ngebosenin gitu, karena sikapnya Atta yang super njengkelin. Tapi malah setelah Atta balik ke Jakarta, aku malah suka dengan dia dengan segala kegalakannya.

Baca novel ini tuh aku diajak untuk nggak cuma melihat dari sisinya Atta yang kadang sensian banget anaknya, tapi juga gimana caranya dia memandang kantornya, cara kerja temen-temennya, dia juga pekerja keras banget. Bener-bener cerminan wanita karier di masa kini gitulah. Kalau sama Awan, aku suka caranya dia memandang hidup, dia tuh bisa banget ngeliat hidup dari sisi yang lain, dewasa banget anaknya. Ya ampun, nggak paham lagi dah aku. Pekerja keras juga pula. Duh, jadi sayang.

Kak Mooseboo nggak cuma pengen ngelihatin pandangan tentang masyarakat terhadap orang yang sudah dirasa matang untuk menikah, tapi juga memperlihatkan sisi perbedaan umur yang cukup jauh. biasanya kan perbedaan umur tuh ditunjukkan dari sisi cowoknya, kayak misalnya, yang cowok yang lebih tua. Aku cukup jarang menemukan yang cewek lebih tua sih, kalaupun ada, biasanya nggak begitu jauh jaraknya.


Quotable:
"Justru karena itu saya sadar. Di samping soal lipstik lima puluh ribu dan lima ratus ribu, perempuan itu seenggaknya harus bisa mandiri tanpa harus lupa sama value mereka sebagai penasihat dalam keluarga." P. 84

"Semua orang pasti punya pengalaman buruk, but that's all. Itulah hidup Lagian, bukannya pengalaman yang buruk buat kita jadi lebih kuat? Jangan terus hidup di masa lalu, Mbak. Hidup terlalu singkat buat itu." P. 123

"Karena buat beberapa orang, kata nyaman lebih baik ketimbang takut perubahan, Wan." P. 131

"Itu dia. Karena ini soal perasaan. Rasa yang bahkan ada sebelum kata nyaman sendiri muncul. Jadi, bisa dibilang nama nyaman cuma sebuah istilah untuk membahasakan esensi tadi, karena rasa itu sulit buat didefinisikan, Mbak." P. 199

"Indeed. Karena kalau kita percaya, pasti akan selalu ada jalan buat bahagia, Mbak." P. 202

"Kamu takut sama pandangan orang? Kalau soal itu mah enggak akan pernah bisa selesai, Mbak. Karena kita itu sedari lahir ya hidup dengan penilaian orang. Tapi, toh ini hidup kita. Semua pilihan dalam hidup itu benar, lho. Yang salah itu, cuma enggak berani ambil pilihan dan enggak ada tanggung jawab." P. 249

No comments:

Post a Comment