Saturday, December 2, 2017

[Review] Autumn Rhapsody

 

Judul : Autumn Rhapsody

Penulis : Amarissa Sari

Penerbit : Kata Depan

Tebal : 336 Halaman

"Kau milikku. Selalu. Aku tak akan pernah melepaskanmu dari hidupku."


BLURB

Bagian paling sulit dari mencintai adalah meyakinkan orang yang kau cintai bahwa cinta yang kau miliki benar-benar nyata.

Sepuluh tahun lalu, Keira Schward, gadis rapuh yang kesepian, jatuh cinta pada seorang Damian Alberhart. Pertemuan yang cuma sehari itu, membekas lama, lalu menumbuhkan cinta yang tidak sekadarnya.

Tiba-tiba saja, Damian datang, melamar Keira. Cinta masa remaja yang melekat, membuat Keira langsung menerima lamaran itu. Padahal, dia tidak tahu siapa Damian sebenarnya. Dia tidak tahu apa alasan laki-laki itu menikahinya. Dia hanya percaya, cinta yang dia punya tidak akan mengkhianatinya.

Namun, benarkah itu? Benarkah cinta tidak akan membuatmu kecewa, dan justru membuatmu menangis dalam luka? Damian yang dingin, ketus dan tidak berperasaan membuat perempuan itu pelan-pelan kehilangan harapan. Cukup kuatkah cinta yang dia bawa? Atau, memang sedari awal, dirinyalah yang salah menilai cinta.

- - - - - - - - -
 Bercerita tentang Keira Schward, anak salah satu pebisnis di Valisia yang bisa dibilang kehidupan sosialnya sangat terteutup akibat penyakit asma yang dideritanya. Sehingga kedua orang tuanya mengkhawatirkannya dan tidak membolehkan anaknya beraktivitas berlebihan, hingga ada acara outbound yang diikuti banyak siswa dari berbagai negara. Hal inilah yang kemudian dimanfaatkan Keira untuk bertemu dengan banyak teman. Tapi siapa sangka, di sana dia malah bertemu dengan Damian Alberhart. Seorang siswa dari Frolenberg. Satu kecelakaan membuat Keira terus menerus mengingat Damian. Bahkan hanya Damian yang diinginkannya.

 Setelah Kaira cukup dewasa, banyak sekali lelaki yang ingin memperistrinya. Tapi apalah daya, yang Keira inginkan hanya Damian. Sampai satu ketika, Damian sendiri yang datang untuk melamarnya. Tanpa banyak pemikiran lagi, Keira langsung menerimanya. Tak sampai di situ, Damian bahkan tidak repot-repot mengingat Keira. Awalnya, Keira berusaha tetap biasa saja, dan tetap menyayangi Damian seperti dulu. Tapi apakah dia bisa bertahan sampai selamanya? Sementara Damian sendiri kadang cuek padanya?

 Novel ini asik banget. Meskipun terbitan wattpad, novel ini nggak ecek-ecek. Aku suka novel ini. Walaupun latar tempatnya di luar negeri, Frolenberg dan Valisia, tapi novel ini asik banget. Nggak ngebosenin, bahkan saking asiknya, novel ini cuma kubaca sekali duduk aja! Bener-bener asik. meskipun kadang kita dibikin jengkel sama Damian yang dingin, misterius dan nyebelin abis. Belum lagi sifat Keira yang tidak mau menyerah. Jadi, novel ini juga mengajarkan kita, jadilah orang yang mau terus berjuang, berbuat semampu kita. Apalagi buat orang yang kita sayangi.

Quotable :
"Papa dan Mama percaya takdir, bukan? Entah mengapa... aku merasa memang ditakdirkan untuknya." - P. 37

"Kenyataan bahwa satu-satunya orang yang ia cintai telah melupakannya dan bersikap sangat dingin terasa sangat menyakitkan." - P. 49

"Aku mengerti kalau kau merasa khawatir dan ingin tahu, tapi percayalah Keira, terkadang dalam hidup ini ada beberapa hal yang lebih baik tidak kita ketahui." - P. 76

"Menurutku, hidup itu pengorbanan dan ketulusan. Contohnya kehidupan bagiku itu seorang ibu. Ia melahirkan kita dengan rasa sakit, tapi tidak mengeluh karen tulus mencintai kita." - P. 81

"..Bagiku, hidup adalah kebebasan. Saat ini, kita hidup di dunia yang terlalu penuh aturan. Harus seperti ini, tidak boleh begitu, apa enaknya hidup yang dikekang seperti itu?" - P. 81

"Cinta lebih kuat daripada kematian meskipun cinta tidak dapat menghentikan kematian. Karena tidak peduli seberapa keras mencoba, kematian tidak dapat memisahkan kita dari cinta dan kenangan." - P. 94

"Bagiku hidup adalah sebuah ironi. Ketidakkekalan. Kepalsuan." - P. 125

"Kau tahu.., kalau bisa memilih, aku juga ingin melupakanmu, Damian. Pergi darimu. Karena jatuh cinta kepadamu rasanya sangat sakit. Begitu sakit sampai-sampai... rasanya seluruh hatiku tercerabut dari tubuhku." - P. 139

"Aku mencintaimu, Sophia...tetapi aku mencintaimu dengan caraku." - P. 148

"...Yakinlah pada hatimu, Nona. Kau adalah Nona Keira, yang selalu percaya pada keajaiban. Nona Keira yang tidak pernah menyerah sesulit apa pun masalah yang dihadapi." - P. 218

"Kau tidak bisa memaksa seseorang untuk jatuh cinta. Karena perasaan muncul bukan karena dipaksa, dia tumbuh dengan sendirinya. Aku jatuh cinta kepada Keira. Untuknya, aku mampu melakukan apa saja." - P. 281

No comments:

Post a Comment