Saturday, April 28, 2018

[Review] Forgetting Not Forgotten


Judul : Forgetting Not Forgotten

Penulis : Wiwi Suyanti

Penerbit : Elex Media Komputindo

Tebal : 396 Halaman

"Kamu tahu bagian apa yang tersulit dari masa penantianku? Aku membayangkan kamu berada di suatu tempat, tertawa bersama orang lain dan melupakan aku sama sekali."


BLURB

Seb Januardi nyaris memiliki segalanya. Tampan, mapan, berkuasa. Hanya dengan menyebut nama belakangnya saja, ia bisa mendapatkan apa pun yang ia mau. Kemudian hidupnya berubahdrastis ketika takdir mempertemukannya dengan sosok gadis berusia sepuluh tahun lebih muda darinya di dalam sebuah bus tua. Cantik, misterius, dan seolah tahu cara melumpuhkannya dengan telak.

Bersama gadis itu, jatuh cinta sedalam-dalamnya adalah hal termudah yang bisa Sebastian rasakan, dan melupakannya adalah hal tersulit yang takkan pernah bisa ia lakukan.

Lalu, ketika sosok itu benar-benar pergi, mampukah ia menjalani kehidupannya seperti semula?
***
"Aku punya firasat kita akan menjadi akrab."
"Hati-hati," Gadis itu tersenyum tipis. "Kalau terlalu akrab, elo bisa ketagihan."
 
- - - - - - - - - -

Bercerita tentang Sebastian Januardi. Pewaris tunggal dari Januardi. Cowok ini bisa dibilang adalah robot sang Ayah. Segala sesuatu yang dia lakukan, semata-mata hanya untuk melindungi Sofie, adik perempuan yang dia sayangi. Pagi ini, dia harus berada di rumah sakit karena Porsche miliknya menabrak sebuah truk yang disebabkan oleh cewek yang jadi pacarnya selama tiga tahun, Alice. karena frustasi dan tidak memiliki tempat lain untuk bersembunyi, dia memilih untuk naik sebuah bus yang melintas di depannya. Tanpa tujuan.
"Pfff. Tuan Pujangga, cinta itu ibarat menyerahkan pistol ke tangan orang laun dan percaya bahwa orang itu nggak akan menembak kepala kita. Cinta cuma buat orang idiot." - P. 19
Satu pertemuannya dengan seorang cewek di bus inilah yang membawa Seb ke hidup yang lebih baik. Siapa sangka, cewek yang mendengarkan lagu Etta James ini mampu membuat hidup Seb sedikit lebih berwarna. Awalnya, Seb hanya menganggap cewek ini adalah cewek yang biasa saja. Seperti cewek lain yang ditemuinya di jalan. Tapi, siapa sangka, cewek ini bikin Seb naik bus setiap hari, demi tau siapa nama cewek satu ini. Belum selesai satu masalah, masalah lain, atau bisa dibilang masalah tetapnya Seb, dia selalu terbangun karena mimpi buruk tentang kematian ibunya. Tak hanya itu saja, saat bangun, dia selalu tampak seperti orang amnesia dan pesakitan. Lalu, bagaimana cara Seb menemukan gadis SMA yang mulai mengusik otaknya ini? Dan bagaimana caranya menyembuhkan dirinya yang selalu mimpi buruk?

Karya kedua kak Wiwi yang aku baca. Cuma butuh dua kata. Keren dan menyebalkan. Seperti yang kita ketahui di novel Someday, ada Liam yang menyebalkan, maka di sini banyak tokoh yang menyebalkan. Nggak cuma satu aja. Dan itu cukup bikin kita keki. Selain itu, novel ini juga sangat page turner. Di awal kita akan ngrasa terkagum-kagum sama kelakuan Serra, kemudian nggak kerasa udah ke bagian tengah dan berakhir gitu aja. Moral cerita yang diambil, juga nggak beda jauh sama Someday. Kalo Someday lebih ke arah dari orangtua ke anak, kalo ini lebih ke arah hubungan percintaan gitu.

Quotable :
"Hidup penuh misteri, kadang memang nggak selalu manis kayak red velvet cake, tapi juga nggak selalu kelam kayak lagu-lagu Adele." - P. 61

"Tapi gue sayang Erin dan nggak pernah menganggap dirinya abnormal. Bagi gue, masih banyak hal penting lainnya yang bisa kita lihat dari manusia, ketimbang cuma melihat orientasi seksualnya." - P. 143

"Mereka yang bilang bahwa waktu bisa mengobati segalanya itu bohong. Nggak akan ada yang bisa mengobati rasa kehilangan, nggak ada. Satu-satunya cara hanyalah menerima bahwa memang ada satu bagian dalam hidup kita yang nggak akan pernah utuh lagi." - P. 172

"Cinta hanya untuk orang idiot yang percaya bahwa ada pelangi di penghujung hujan." - P. 251

"Satu hal yang harus kamu ingat dalam hidup ini, bahwa mengampuni musuh adalah awal dari kehancuranmu. Kamu bukan hanya tolol, tapi juga lemah." - P. 288

"Untuk merasa hidup, kamu harus menikmati hidup itu, bukan sekadar menjalaninya, karena itu saja nggak cukup." - P. 307

No comments:

Post a Comment